Netanyahu Akui Kesepakatan Damai Gaza Mustahil Terwujud Tanpa Trump

Jum'at, 10 Oktober 2025 - 15:13 WIB
loading...
Netanyahu Akui Kesepakatan...
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Foto/anadolu
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengakui perjanjian pembebasan sandera Israel di Jalur Gaza mustahil terwujud tanpa upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan timnya. Dia mengatakan itu dalam rapat kabinet yang menyetujui kesepakatan dengan gerakan Palestina, Hamas.

Rapat kabinet yang diselenggarakan untuk menyetujui kesepakatan dengan Hamas tersebut juga dihadiri Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantu presiden AS, Jared Kushner.

"Kita berada pada perkembangan yang monumental. Dalam dua tahun terakhir, kita telah berjuang untuk mencapai tujuan perang kita. Dan salah satu tujuan utama perang ini adalah memulangkan para sandera. Semua sandera, baik yang hidup maupun yang mati. Dan kita akan segera mencapainya. Kita tidak mungkin mencapainya tanpa bantuan luar biasa dari Presiden Trump dan timnya, Steve Witkoff, dan Jared Kushner," ungkap Netanyahu seperti dikutip dari kantornya.

Kantor Perdana Menteri Israel mengatakan pada hari Jumat (10/10/2025) bahwa pemerintah Israel menyetujui kesepakatan dengan Hamas untuk membebaskan para sandera dari Jalur Gaza.

Kushner, sebaliknya, mengatakan penyelamatan sandera Israel telah lama menjadi prioritas utama Trump dalam proses perdamaian Timur Tengah.

"Jelas, memulangkan para sandera telah menjadi prioritas Presiden Trump untuk waktu yang sangat, sangat lama, dan kami semua telah bekerja tanpa lelah untuk melakukannya. Namun, saya ingin mengatakan bahwa semua ini tidak akan mungkin terjadi tanpa keberanian IDF (Pasukan Israel) dan para prajurit, apa yang telah mereka capai tidak hanya di Gaza, tetapi juga apa yang telah mereka lakukan di wilayah tersebut selama beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Witkoff mencatat peran pribadi Netanyahu dan kemampuannya dalam membuat keputusan sulit.

"Ada kalanya saya berpikir kita harus lebih fleksibel atau negara Anda harus lebih fleksibel. Tetapi kenyataannya, ketika saya melihat ke belakang, saya rasa kita tidak akan sampai pada titik ini tanpa Perdana Menteri Netanyahu yang menjalankannya. Terima kasih," ungkap dia.

Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa Israel dan Hamas menandatangani fase pertama perjanjian damai Gaza.

Baca juga: Hamas Umumkan Perang Melawan Israel di Gaza Telah Berakhir
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Trump Semprot Tuchel:...
Trump Semprot Tuchel: Kane Kok Jadi Bek?
Trump Sesumbar AS Menang...
Trump Sesumbar AS Menang Besar di Iran
Saham SpaceX Anjlok,...
Saham SpaceX Anjlok, Kekayaan Elon Musk Menyusut Jadi Rp15 Kuadriliun
Rekomendasi
Pengamat: Kapolri Tak...
Pengamat: Kapolri Tak Kriminalisasi Febrie, Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP
Siapkan Relawan Tangguh...
Siapkan Relawan Tangguh Hadapi Bencana, Gus Muhaimin Resmikan Sigap Bangsa
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 3.500 Meter
Berita Terkini
Ingin Terus Mencengkeram...
Ingin Terus Mencengkeram Kekuasaan, Presiden Ukraina Pecat Menhan
Satria Kumbara, Eks...
Satria Kumbara, Eks Marinir TNI AL yang Jadi Tentara Bayaran Rusia, Dikabarkan Tewas
Teror Drone Ukraina...
Teror Drone Ukraina Kian Efektif, 8 Warga Rusia Tewas
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved