Bocoran Dokumen Moskow: Iran Borong 48 Jet Tempur Su-35 Rusia Rp116,4 Triliun
Selasa, 07 Oktober 2025 - 09:38 WIB
loading...
A
A
A
Materi tersebut, dipublikasikan daring pada 3 Oktober oleh kolektif peretas Black Mirror, yang mengeklaim telah mengakses lebih dari 300 dokumen internal dari sistem Rostec.
Tabel ekspor yang bocor menguraikan jadwal multi-tahun, dengan pengiriman avionik dan sistem peperangan elektronik untuk jet Iran antara tahun 2024 hingga 2026. Sedangkan pengiriman pesawat secara penuh diperkirakan akan dilakukan antara tahun 2026 hingga 2028.
"Bocoran tersebut menunjukkan bahwa Rusia mungkin akan melakukan lebih dari sekadar pengiriman ekspor—menawarkan perakitan semi-knocked-down di Iran melalui mitra kedirgantaraan lokal, kemungkinan di bawah Organisasi Industri Penerbangan Iran," papar Defense Security Asia dalam laporannya.
Detail yang belum diverifikasi dalam bagian yang sama menyebutkan bahwa teknisi Rusia dari Sukhoi dan KRET telah ditempatkan di Iran sejak awal 2024 untuk mengawasi persiapan perakitan.
"Pengaturan ini dapat memungkinkan Iran untuk merakit 48 hingga 72 unit selama beberapa tahun, menciptakan lini produksi pesawat tempur generasi keempat plus yang hampir asli sejak tahun 1970-an," lanjut laporan tersebut.
Para pejabat Iran baru-baru ini membahas kedatangan pesawat Rusia. Anggota Parlemen Abolfazl Zohrevand mengatakan pada 1 Oktober bahwa MiG-29 Rusia telah memasuki Iran sebagai apa yang disebutnya sebagai solusi jangka pendek. Dia menambahkan bahwa untuk solusi jangka panjang, Su-35 akan masuk secara bertahap.
Tabel ekspor yang bocor menguraikan jadwal multi-tahun, dengan pengiriman avionik dan sistem peperangan elektronik untuk jet Iran antara tahun 2024 hingga 2026. Sedangkan pengiriman pesawat secara penuh diperkirakan akan dilakukan antara tahun 2026 hingga 2028.
"Bocoran tersebut menunjukkan bahwa Rusia mungkin akan melakukan lebih dari sekadar pengiriman ekspor—menawarkan perakitan semi-knocked-down di Iran melalui mitra kedirgantaraan lokal, kemungkinan di bawah Organisasi Industri Penerbangan Iran," papar Defense Security Asia dalam laporannya.
Detail yang belum diverifikasi dalam bagian yang sama menyebutkan bahwa teknisi Rusia dari Sukhoi dan KRET telah ditempatkan di Iran sejak awal 2024 untuk mengawasi persiapan perakitan.
"Pengaturan ini dapat memungkinkan Iran untuk merakit 48 hingga 72 unit selama beberapa tahun, menciptakan lini produksi pesawat tempur generasi keempat plus yang hampir asli sejak tahun 1970-an," lanjut laporan tersebut.
Para pejabat Iran baru-baru ini membahas kedatangan pesawat Rusia. Anggota Parlemen Abolfazl Zohrevand mengatakan pada 1 Oktober bahwa MiG-29 Rusia telah memasuki Iran sebagai apa yang disebutnya sebagai solusi jangka pendek. Dia menambahkan bahwa untuk solusi jangka panjang, Su-35 akan masuk secara bertahap.
Lihat Juga :