Intelijen Iran Ungkap Dokumen Rahasia Nuklir Israel Malah Diolok-olok
Minggu, 28 September 2025 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga mendesak pembentukan komite pencari fakta untuk mengatasi inefisiensi dan celah keamanan dalam aparat intelijen.
Fars News, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengakui penggunaan gambar arsip umum dalam film dokumenter tersebut, menggambarkan pilihan itu sebagai "keputusan yang buruk" yang memungkinkan para kritikus menyebut dokumenter tersebut "direkayasa".
Namun media itu mengeklaim bahwa semua gambar, termasuk yang diarsipkan, diberi label "foto eksklusif".
Mashregh News, yang juga terkait dengan IRGC, mengeklaim dokumen-dokumen tersebut berasal dari sumber manusia di Israel dan digunakan untuk menargetkan lokasi-lokasi selama perang 12 hari.
Meskipun mengakui beberapa gambar tersedia untuk umum secara daring, media itu menuduh Israel telah melancarkan kampanye media sosial berbahasa Persia untuk mendiskreditkan dokumenter tersebut.
Media Iran sebagian besar menghindari kritik langsung terhadap Kementerian Intelijen, mungkin karena takut dituntut, tetapi para pengguna X dari pihak oposisi dan loyalis Republik Islam ramai-ramai melontarkan kritik keras.
"Masalah Republik Islam adalah mereka merasa berkuasa atas orang-orang berusia 5 hingga 10 tahun. Beginilah cara para ulama menghancurkan negara besar," kata seorang pengguna X di Iran.
"Menyebut (dokumenter) itu sebagai aksi media akan terlalu berlebihan—itu lebih seperti mainan media; seperti mainan kerincingan yang diberikan kepada anak-anak untuk mengalihkan perhatian mereka," tulis pengguna X lainnya, seperti dikutip Iran International, Minggu (28/9/2025).
Fars News, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengakui penggunaan gambar arsip umum dalam film dokumenter tersebut, menggambarkan pilihan itu sebagai "keputusan yang buruk" yang memungkinkan para kritikus menyebut dokumenter tersebut "direkayasa".
Namun media itu mengeklaim bahwa semua gambar, termasuk yang diarsipkan, diberi label "foto eksklusif".
Mashregh News, yang juga terkait dengan IRGC, mengeklaim dokumen-dokumen tersebut berasal dari sumber manusia di Israel dan digunakan untuk menargetkan lokasi-lokasi selama perang 12 hari.
Meskipun mengakui beberapa gambar tersedia untuk umum secara daring, media itu menuduh Israel telah melancarkan kampanye media sosial berbahasa Persia untuk mendiskreditkan dokumenter tersebut.
Badai Kritik dari Warganet Iran
Media Iran sebagian besar menghindari kritik langsung terhadap Kementerian Intelijen, mungkin karena takut dituntut, tetapi para pengguna X dari pihak oposisi dan loyalis Republik Islam ramai-ramai melontarkan kritik keras.
"Masalah Republik Islam adalah mereka merasa berkuasa atas orang-orang berusia 5 hingga 10 tahun. Beginilah cara para ulama menghancurkan negara besar," kata seorang pengguna X di Iran.
"Menyebut (dokumenter) itu sebagai aksi media akan terlalu berlebihan—itu lebih seperti mainan media; seperti mainan kerincingan yang diberikan kepada anak-anak untuk mengalihkan perhatian mereka," tulis pengguna X lainnya, seperti dikutip Iran International, Minggu (28/9/2025).
Lihat Juga :