Seteru Memanas, Jet Tempur Negara NATO Cegat 5 Pesawat Militer Rusia
Jum'at, 26 September 2025 - 07:31 WIB
loading...
Dua jet tempur Gripen Hongaria saat mencegat lima pesawat militer Rusia di atas Laut Baltik pada Kamis (25/9/2025). Foto/X @NATO_AIRCOM
A
A
A
BUDAPEST - Dua jet tempur Gripen Hongaria telah mencegat lima pesawat militer Rusia di atas Laut Baltik pada hari Kamis. Hungaria merupakan anggota NATO, blok militer Barat yang sedang terlibat perseteruan panas dengan Moskow atas perang Ukraina.
Intersepsi oleh jet-jet tempur Hongaria ini menyusul serangkaian insiden menegangkan yang melibatkan pesawat Rusia, termasuk beberapa pelanggaran wilayah udara negara-negara NATO dan penembakan jatuh pesawat nirawak Rusia di atas Polandia.
Pada hari Kamis, pesawat-pesawat tempur Rusia—termasuk tiga MiG-31, satu Su-30, dan satu Su-35—terbang di atas Laut Baltik dekat wilayah udara Latvia.
Baca Juga: Trump Minta NATO Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia, UE: Opsi Itu Dipertimbangkan!
Dua jet tempur Gripen Hongaria kemudian lepas landas dari pangkalan udara Siauliai di Lithuania untuk mencegat lima pesawat Rusia tersebut.
"Hongaria menunjukkan komitmen aliansi untuk melindungi dan menjaga kawasan Baltik dan sisi timur," kata Komando Udara NATO dalam sebuah pernyataan, yang dikutip dari akun X-nya, @NATO_AIRCOM, Jumat (26/9/2025).
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemimpin NATO yang paling pro-Kremlin, telah berusaha menjauhkan negaranya dari ketegangan yang meningkat. Dia mengaitkan insiden serbuan pesawat-pesawat nirawak Rusia terhadap wilayah udara Polandia dengan dukungan Warsawa untuk Ukraina.
NATO telah meminta Rusia untuk menahan diri dari tindakan eskalasi, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut "berisiko salah perhitungan dan membahayakan nyawa."
Sementara itu, Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) mengumumkan telah mendeteksi dua pesawat pengebom Tu-95 Rusia dan dua jet tempur Su-35 di dekat Alaska pada 24 September.
Pada 19 September, tiga jet tempur MiG-31 Rusia memasuki wilayah udara Estonia di atas Teluk Finlandia dekat Pulau Vaindlo, sekitar 81 kilometer (50 mil) dari Helsinki. Ini merupakan pelanggaran wilayah udara Estonia pertama yang melibatkan beberapa jet tempur. Namun, Moskow membantah melanggar wilayah udara negara NATO dengan menegaskan jet-jet tempurnya terbang di wilayah udara internasional.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta negara-negara NATO menembak jatuh jet tempur Rusia jika melanggar wilayah udara mereka.
Namun, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa keputusan untuk menembak jatuh pesawat Rusia yang melanggar wilayah udara sekutu akan bergantung pada tingkat ancaman spesifik, dan menambahkan bahwa dalam kasus Estonia, insiden tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan aliansi.
Intersepsi oleh jet-jet tempur Hongaria ini menyusul serangkaian insiden menegangkan yang melibatkan pesawat Rusia, termasuk beberapa pelanggaran wilayah udara negara-negara NATO dan penembakan jatuh pesawat nirawak Rusia di atas Polandia.
Pada hari Kamis, pesawat-pesawat tempur Rusia—termasuk tiga MiG-31, satu Su-30, dan satu Su-35—terbang di atas Laut Baltik dekat wilayah udara Latvia.
Baca Juga: Trump Minta NATO Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia, UE: Opsi Itu Dipertimbangkan!
Dua jet tempur Gripen Hongaria kemudian lepas landas dari pangkalan udara Siauliai di Lithuania untuk mencegat lima pesawat Rusia tersebut.
"Hongaria menunjukkan komitmen aliansi untuk melindungi dan menjaga kawasan Baltik dan sisi timur," kata Komando Udara NATO dalam sebuah pernyataan, yang dikutip dari akun X-nya, @NATO_AIRCOM, Jumat (26/9/2025).
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban, yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemimpin NATO yang paling pro-Kremlin, telah berusaha menjauhkan negaranya dari ketegangan yang meningkat. Dia mengaitkan insiden serbuan pesawat-pesawat nirawak Rusia terhadap wilayah udara Polandia dengan dukungan Warsawa untuk Ukraina.
NATO telah meminta Rusia untuk menahan diri dari tindakan eskalasi, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut "berisiko salah perhitungan dan membahayakan nyawa."
Sementara itu, Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) mengumumkan telah mendeteksi dua pesawat pengebom Tu-95 Rusia dan dua jet tempur Su-35 di dekat Alaska pada 24 September.
Pada 19 September, tiga jet tempur MiG-31 Rusia memasuki wilayah udara Estonia di atas Teluk Finlandia dekat Pulau Vaindlo, sekitar 81 kilometer (50 mil) dari Helsinki. Ini merupakan pelanggaran wilayah udara Estonia pertama yang melibatkan beberapa jet tempur. Namun, Moskow membantah melanggar wilayah udara negara NATO dengan menegaskan jet-jet tempurnya terbang di wilayah udara internasional.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta negara-negara NATO menembak jatuh jet tempur Rusia jika melanggar wilayah udara mereka.
Namun, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa keputusan untuk menembak jatuh pesawat Rusia yang melanggar wilayah udara sekutu akan bergantung pada tingkat ancaman spesifik, dan menambahkan bahwa dalam kasus Estonia, insiden tersebut tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan aliansi.
(mas)
Lihat Juga :