Konferensi Solusi 2 Negara Desak Israel Komitmen pada Rencana Perdamaian dan Setop Pembangunan Permukiman

Selasa, 23 September 2025 - 19:44 WIB
loading...
Konferensi Solusi 2...
Bendera PBB terlihat selama konferensi internasional tingkat tinggi di Markas Besar PBB yang berfokus pada penyelesaian masalah Palestina dan memajukan solusi dua negara pada 22 September 2025 di New York, Amerika Serikat. Foto/Celal Güne?/Anadolu Agency
A A A
NEW YORK - Pimpinan konferensi Solusi Dua Negara pada hari Senin (22/9/2025) mendesak Israel membuat komitmen yang jelas terhadap solusi dua negara dan menghentikan kekerasan serta perluasan permukiman. Konferensi itu digelar di gedung PBB, New York, seiring meningkatnya serangan militer Israel di Kota Gaza.

Dalam pernyataan bersama, pimpinan konferensi mengadopsi Deklarasi New York, yang menegaskan kembali dukungan internasional yang kuat terhadap solusi dua negara.

Pernyataan tersebut menyambut baik pengakuan Negara Palestina baru-baru ini oleh Prancis, Inggris, Kanada, dan negara-negara lain, serta mendorong lebih banyak negara untuk mengikutinya.

Pernyataan tersebut juga menekankan bahwa mengakhiri perang di Gaza dan membebaskan sandera merupakan prioritas utama.
Pernyataan tersebut menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan tanpa hambatan dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Deklarasi tersebut memperingatkan setiap upaya Israel untuk mencaplok sebagian wilayah Tepi Barat merupakan garis merah bagi komunitas internasional.

Terakhir, pernyataan tersebut menyatakan, mengakhiri pendudukan Israel dan mencapai perdamaian yang adil dan abadi adalah satu-satunya jalan menuju integrasi regional yang utuh.

Baca juga: Brigade Al-Qassam Rilis Video Tahanan Israel di Kota Gaza yang Kecam Netanyahu
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
AS Bombardir Iran Pagi...
AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
Kebakaran Bar Bangkok...
Kebakaran Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Ungkap Rencana Pembunuhan,...
Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Rekomendasi
Gandeng KPK, Kejagung...
Gandeng KPK, Kejagung Didukung Penuh Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Tim Robot Humanoid ITS...
Tim Robot Humanoid ITS Raih Juara di Ajang Internasional RoboCup 2026
Berita Terkini
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Perang AS dan Iran Ternyata...
Perang AS dan Iran Ternyata Tak Menguntungkan Pihak yang Bertikai, Ini 4 Alasannya
Trump Lontarkan Klaim...
Trump Lontarkan Klaim Mengejutkan: 90% Mojtaba Khamenei Telah Tewas
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Eks Komandan IRGC: Iran...
Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved