Mengapa AS Ingin Merebut Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan?
Sabtu, 20 September 2025 - 16:20 WIB
loading...
AS ingin merebut kembali pangkalan udara Bagram di Afghanista. Foto/X/@AFGOSINT96
A
A
A
KABUL - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia ingin mendapatkan kembali kendali atas Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan timur laut. Padahal, AS tak lagi memiliki kekuasaan di Afghan.
Pasukan Amerika dengan tergesa-gesa mengevakuasi pangkalan tersebut pada Juli 2021, sebulan sebelum militan Taliban merebut Kabul, menggulingkan pemerintah yang didukung PBB dan mengakhiri pendudukan AS selama 20 tahun di negara itu.
Ia menambahkan bahwa selama kunjungannya ke Inggris sehari sebelumnya, AS sedang merundingkan masalah tersebut dengan pemerintah Afghanistan yang baru. “Kami ingin pangkalan itu kembali,” katanya.
"Salah satu alasan kami menginginkan pangkalan itu adalah, seperti yang Anda ketahui, jaraknya satu jam dari tempat China membuat senjata nuklirnya," ujarnya, Kamis, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
BacaJuga: 3 MiG-31 Rusia Terus Memprovokasi, Estonia Minta Bantuan NATO
Meskipun Trump telah menegosiasikan penarikan pasukan selama masa jabatan pertamanya, ia menyalahkan jatuhnya Kabul pada mantan Presiden AS Joe Biden, menyebut kepergian tentara Amerika terakhir yang kacau sebagai "aib."
"Afghanistan dan AS perlu saling berinteraksi, dan dapat memiliki hubungan ekonomi dan politik yang didasarkan pada rasa saling menghormati, tanpa AS mempertahankan kehadiran militer di bagian mana pun di Afghanistan," ujarnya.
Setelah penarikan pasukan AS, lapangan terbang yang awalnya dibangun Soviet tersebut berada di bawah kendali Kementerian Pertahanan Afghanistan yang dipimpin Taliban. Trump telah berulang kali menuduh China menggunakan pangkalan tersebut, tetapi klaim ini telah dibantah oleh Kabul dan tidak memiliki bukti yang kredibel.
Pasukan Amerika dengan tergesa-gesa mengevakuasi pangkalan tersebut pada Juli 2021, sebulan sebelum militan Taliban merebut Kabul, menggulingkan pemerintah yang didukung PBB dan mengakhiri pendudukan AS selama 20 tahun di negara itu.
Mengapa AS Ingin Merebut Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan?
1. Berjarak 1 Jam dari China
“Kita seharusnya tidak pernah menyerahkannya,” kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, dilansir RT.Ia menambahkan bahwa selama kunjungannya ke Inggris sehari sebelumnya, AS sedang merundingkan masalah tersebut dengan pemerintah Afghanistan yang baru. “Kami ingin pangkalan itu kembali,” katanya.
"Salah satu alasan kami menginginkan pangkalan itu adalah, seperti yang Anda ketahui, jaraknya satu jam dari tempat China membuat senjata nuklirnya," ujarnya, Kamis, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
BacaJuga: 3 MiG-31 Rusia Terus Memprovokasi, Estonia Minta Bantuan NATO
2. Memperbaiki Kegagalan AS
Foto dan video pangkalan yang dijarah dan peralatan militer yang ditinggalkan menjadi simbol kegagalan perang AS di Afghanistan.Meskipun Trump telah menegosiasikan penarikan pasukan selama masa jabatan pertamanya, ia menyalahkan jatuhnya Kabul pada mantan Presiden AS Joe Biden, menyebut kepergian tentara Amerika terakhir yang kacau sebagai "aib."
3. Mencegah China Menggunakan Pangkalan Militer di Afghan
Zakir Jalaly, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Afghanistan, menulis di X pada hari Kamis bahwa rakyat Afghanistan akan menolak kembalinya pasukan Amerika."Afghanistan dan AS perlu saling berinteraksi, dan dapat memiliki hubungan ekonomi dan politik yang didasarkan pada rasa saling menghormati, tanpa AS mempertahankan kehadiran militer di bagian mana pun di Afghanistan," ujarnya.
Setelah penarikan pasukan AS, lapangan terbang yang awalnya dibangun Soviet tersebut berada di bawah kendali Kementerian Pertahanan Afghanistan yang dipimpin Taliban. Trump telah berulang kali menuduh China menggunakan pangkalan tersebut, tetapi klaim ini telah dibantah oleh Kabul dan tidak memiliki bukti yang kredibel.
(ahm)
Lihat Juga :