PBB Setujui Pidato Lewat Video Presiden Palestina Mahmoud Abbas setelah AS Tolak Visanya

Sabtu, 20 September 2025 - 13:32 WIB
loading...
PBB Setujui Pidato Lewat...
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Foto/anadolu
A A A
NEW YORK - Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memberikan suara untuk mengizinkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas berpidato pada pertemuan tahunan para pemimpin dunia pekan depan melalui tautan video setelah Amerika Serikat (AS) menolak memberinya visa untuk bepergian ke New York secara langsung. Pelarangan visa itu seiring dukungan AS untuk serangan brutal Israel dalam mencaplok Kota Gaza.

“Negara Palestina dapat mengirimkan pernyataan pra-rekaman Presidennya, yang akan diputar di Aula Majelis Umum,” ungkap bunyi resolusi tersebut, yang disahkan pada hari Jumat (19/9/2025) dengan 145 suara mendukung, lima menentang, dan enam abstain.

Langkah ini diambil beberapa pekan setelah Otoritas Palestina mendesak Washington mengembalikan visa Abbas agar ia dapat pergi ke Amerika Serikat untuk memimpin delegasi Palestina dan berpidato di Majelis Umum secara langsung.

Abbas termasuk di antara 80 pejabat Palestina yang visanya dicabut oleh Departemen Luar Negeri AS, dengan alasan masalah keamanan nasional.

Pidato Majelis Umum PBB dijadwalkan akan dimulai pada hari Selasa setelah para pemimpin berkumpul pada hari Senin untuk pertemuan puncak — yang diselenggarakan Prancis dan Arab Saudi — yang bertujuan membangun momentum menuju solusi dua negara antara Israel dan Palestina.

"Gaza adalah isu nomor satu di Majelis Umum PBB," ungkap Editor Diplomatik Al Jazeera, James Bays, dari New York.

Dia menjelaskan, "Semua pemimpin datang ke sini dan menyampaikan pidato mereka. Namun, pada kesempatan ini ... Mahmoud Abbas ditolak visanya ... yang sangat tidak biasa."

Bays mengatakan suara mayoritas yang mendukung Abbas berpidato di Majelis Umum PBB melalui video merupakan "gambaran opini internasional tentang Palestina dan Gaza", dan hal itu menunjukkan "sangat sedikit negara yang mendukung Israel dan AS".

Keputusan pemerintahan Trump telah menerima kritik luas, dengan PBB menegaskan keputusan tersebut melanggar Perjanjian Negara Tuan Rumah, yang mewajibkan AS mengizinkan kepala negara dan pemerintahan melakukan perjalanan ke New York untuk pertemuan tahunan dan urusan diplomatik.

Pembatasan visa AS ini muncul di tengah meningkatnya kecaman atas perang Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza dan gelombang kekerasan militer dan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Menanggapi serangan dahsyat Israel selama hampir dua tahun terakhir, semakin banyak negara, terutama di Eropa, yang mengumumkan niat untuk mendukung status negara Palestina di PBB September ini.

Menurut pejabat kesehatan setempat, perang Israel di Gaza telah menewaskan 65.141 orang dan melukai 165.925 orang sejak Oktober 2023, dengan ribuan lainnya diyakini terkubur di reruntuhan.

Baca juga: Mengungsi dari Kota Gaza yang Digempur Israel, Satu Keluarga Harus Keluarkan Lebih dari Rp53 Juta
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Doa Anak Yatim Diyakini...
Doa Anak Yatim Diyakini Mustajab, Benarkah?
Raisa Duet dengan Sung...
Raisa Duet dengan Sung Si-kyung Bawakan Lagu 'Heaven Knows'
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
Berita Terkini
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Infografis
Demo Menentang Presiden...
Demo Menentang Presiden AS Donald Trump Digelar di Penjuru Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved