Hamas: Israel Harus Menghadapi Boikot Global
Jum'at, 19 September 2025 - 18:12 WIB
loading...
Pejabat Hamas Dr Khaled Al-Qaddoumi. Foto/rt
A
A
A
TEHERAN - Masyarakat internasional harus memutuskan semua hubungan ekonomi dengan Israel atas tindakannya di Gaza dan harus mempertanyakan keanggotaannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Seruan itu diungkap perwakilan Hamas di Iran kepada RT.
Dalam wawancara yang dirilis pada hari Rabu (17/9/2025), Dr. Khaled Al-Qaddoumi menuduh Israel melakukan genosida dan merusak upaya perdamaian.
Pernyataannya muncul di tengah serangan baru Israel di Kota Gaza dan menyusul serangan udara pekan lalu di ibu kota Qatar, Doha, yang menewaskan enam orang, termasuk seorang petugas keamanan setempat.
Al-Qaddoumi memuji Qatar, yang telah memainkan peran mediasi sentral antara Hamas dan Israel sejak perang Gaza dimulai, serta Mesir, tetapi mengatakan Israel telah menyabotase perundingan tersebut.
“(Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu datang dan membunuh para pemimpin kami, lalu melancarkan invasi baru dan menghancurkan menara-menara hunian di dalam Gaza,” tegas dia kepada RT.
Menurut Al-Qaddoumi, Hamas telah menerima proposal dan siap untuk pertukaran tahanan penuh, tetapi negosiasi gagal karena tindakan Israel.
Ia mendesak komunitas global untuk bergerak melampaui kecaman verbal terhadap Israel menuju tindakan tegas dan menyerukan "keputusan politik untuk membuat para penjahat itu menghentikan genosida di Gaza ini."
"Kita hari ini harus mempertanyakan keanggotaan Israel sebagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kita harus mempertanyakan semua kesepakatan bilateral dengan Israel. Kita harus memutus semua hubungan ekonomi," desak Al-Qaddoumi.
Utusan Hamas menyambut baik langkah Spanyol baru-baru ini untuk menghentikan kerja sama pertahanan dengan Israel, menggambarkannya sebagai tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan tekanan dan membuka jalan bagi perundingan.
Awal pekan ini, Madrid membatalkan lebih dari USD1 miliar kesepakatan pertahanan dengan perusahaan-perusahaan Israel, termasuk kontrak untuk peluncur roket dan rudal anti-tank, menurut laporan media.
Pada saat yang sama, Al-Qaddoumi mengkritik AS, menuduh Gedung Putih munafik dan memfasilitasi agresi Israel.
Ia mengatakan, meskipun "semua orang mengutuk serangan terhadap Qatar" dan "pembunuhan acak terhadap orang biasa di jalan," tidak ada tindakan konkret yang diambil.
Israel telah membunuh lebih dari 65.000 warga Palestina di Gaza sejak 2023, menurut otoritas kesehatan setempat.
Baca juga: Komunikasi Lumpuh di Kota Gaza, 800.000 Warga Palestina Terisolir seiring Gempuran Israel
Dalam wawancara yang dirilis pada hari Rabu (17/9/2025), Dr. Khaled Al-Qaddoumi menuduh Israel melakukan genosida dan merusak upaya perdamaian.
Pernyataannya muncul di tengah serangan baru Israel di Kota Gaza dan menyusul serangan udara pekan lalu di ibu kota Qatar, Doha, yang menewaskan enam orang, termasuk seorang petugas keamanan setempat.
Al-Qaddoumi memuji Qatar, yang telah memainkan peran mediasi sentral antara Hamas dan Israel sejak perang Gaza dimulai, serta Mesir, tetapi mengatakan Israel telah menyabotase perundingan tersebut.
“(Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu datang dan membunuh para pemimpin kami, lalu melancarkan invasi baru dan menghancurkan menara-menara hunian di dalam Gaza,” tegas dia kepada RT.
Menurut Al-Qaddoumi, Hamas telah menerima proposal dan siap untuk pertukaran tahanan penuh, tetapi negosiasi gagal karena tindakan Israel.
Ia mendesak komunitas global untuk bergerak melampaui kecaman verbal terhadap Israel menuju tindakan tegas dan menyerukan "keputusan politik untuk membuat para penjahat itu menghentikan genosida di Gaza ini."
"Kita hari ini harus mempertanyakan keanggotaan Israel sebagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kita harus mempertanyakan semua kesepakatan bilateral dengan Israel. Kita harus memutus semua hubungan ekonomi," desak Al-Qaddoumi.
Utusan Hamas menyambut baik langkah Spanyol baru-baru ini untuk menghentikan kerja sama pertahanan dengan Israel, menggambarkannya sebagai tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan tekanan dan membuka jalan bagi perundingan.
Awal pekan ini, Madrid membatalkan lebih dari USD1 miliar kesepakatan pertahanan dengan perusahaan-perusahaan Israel, termasuk kontrak untuk peluncur roket dan rudal anti-tank, menurut laporan media.
Pada saat yang sama, Al-Qaddoumi mengkritik AS, menuduh Gedung Putih munafik dan memfasilitasi agresi Israel.
Ia mengatakan, meskipun "semua orang mengutuk serangan terhadap Qatar" dan "pembunuhan acak terhadap orang biasa di jalan," tidak ada tindakan konkret yang diambil.
Israel telah membunuh lebih dari 65.000 warga Palestina di Gaza sejak 2023, menurut otoritas kesehatan setempat.
Baca juga: Komunikasi Lumpuh di Kota Gaza, 800.000 Warga Palestina Terisolir seiring Gempuran Israel
(sya)
Lihat Juga :