Badai Demonstrasi Juga Terpa Timor-Leste, Gagalkan DPR Dapat Mobil Mewah
Kamis, 18 September 2025 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
"Rumornya, mobil-mobil itu sudah dalam perjalanan," kata Trinito Gaio, demonstran berusia 42 tahun, kepada kantor berita AFP.
"Inilah mengapa semua mahasiswa ini dan saya sendiri ada di sini hari ini, untuk memastikan uang pajak saya tidak mengalir ke... arah yang salah," ujarnya.
Para demonstran juga berupaya mereformasi undang-undang yang menjanjikan pensiun seumur hidup bagi mantan anggota Parlemen.
Protes di Dili awalnya berfokus pada mobil, tetapi kemudian meluas ke hak istimewa lain yang dinikmati oleh anggota Parlemen.
Timor-Leste memiliki salah satu populasi termuda di Asia Tenggara, dengan lebih dari 70% penduduknya berusia di bawah 35 tahun, menurut PBB.
Timor-Leste juga termasuk di antara negara-negara termiskin di kawasan ini—meskipun sering dianggap sebagai mercusuar demokrasi di antara negara-negara tetangganya.
Fidelis Leite Magalhães, mantan menteri dan presiden Institut Politik dan Hubungan Internasional di Timor-Leste, mengatakan kepada BBC, "Masyarakat terbiasa dengan gagasan bahwa protes adalah bagian dari sistem demokrasi."
"Kehidupan normal di Dili," katanya. "Ini adalah salah satu protes terbesar, tetapi protes tidak lagi menimbulkan kepanikan di masyarakat."
"Inilah mengapa semua mahasiswa ini dan saya sendiri ada di sini hari ini, untuk memastikan uang pajak saya tidak mengalir ke... arah yang salah," ujarnya.
Para demonstran juga berupaya mereformasi undang-undang yang menjanjikan pensiun seumur hidup bagi mantan anggota Parlemen.
Protes di Dili awalnya berfokus pada mobil, tetapi kemudian meluas ke hak istimewa lain yang dinikmati oleh anggota Parlemen.
Timor-Leste memiliki salah satu populasi termuda di Asia Tenggara, dengan lebih dari 70% penduduknya berusia di bawah 35 tahun, menurut PBB.
Timor-Leste juga termasuk di antara negara-negara termiskin di kawasan ini—meskipun sering dianggap sebagai mercusuar demokrasi di antara negara-negara tetangganya.
Fidelis Leite Magalhães, mantan menteri dan presiden Institut Politik dan Hubungan Internasional di Timor-Leste, mengatakan kepada BBC, "Masyarakat terbiasa dengan gagasan bahwa protes adalah bagian dari sistem demokrasi."
"Kehidupan normal di Dili," katanya. "Ini adalah salah satu protes terbesar, tetapi protes tidak lagi menimbulkan kepanikan di masyarakat."
(mas)
Lihat Juga :