Tak Bela Qatar saat Diserang Israel, Doha Percepat Pembaruan Pakta Pertahanan dengan AS
Kamis, 18 September 2025 - 02:15 WIB
loading...
Qatar akan percepat pembaharuan pakta pertahanan dengan AS. Foto/X/@qatarairways
A
A
A
DOHA - Qatar mengatakan serangan udara Israel pekan lalu di Doha mempercepat perlunya pembaruan perjanjian pertahanan strategis dengan AS. Itu menunjukkan Qatar sangat kecewa ketika AS yang memiliki pangkalan militer di negara tersebut justru tak membela Doha.
“Ya, serangan ini mempercepat perlunya pembaruan perjanjian pertahanan strategis antara AS dan Qatar,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Majed al-Ansari dalam konferensi pers di Doha, dilansir Anadolu.
“Ini bukan hal baru, melainkan percepatan proses.”
Pada Juni 1992, Qatar menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan AS.
Selasa pagi, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang tiba di Doha dari Israel.
Emir Diwan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertemuan tersebut meninjau hubungan strategis antara kedua negara dan cara-cara untuk memperkuatnya, khususnya di bidang pertahanan.
Rubio, sementara itu, menegaskan kembali kemitraan keamanan Washington dengan Qatar.
BacaJuga: 6 Negara yang Diserang Israel sebagai Upaya Mewujudkan Greater Israel
“Kami menegaskan kembali kemitraan keamanan AS-Qatar yang langgeng dan komitmen bersama kami untuk kawasan yang lebih aman dan stabil,” tulisnya di platform perusahaan media sosial AS, X.
Diplomat tinggi tersebut berterima kasih kepada Qatar "atas upaya mediasi yang berkelanjutan untuk menengahi kesepakatan damai antara Israel dan Hamas serta untuk memulangkan para sandera."
Sebelum kedatangannya dari Israel, Rubio mengatakan Washington dan Doha hampir menyelesaikan perjanjian kerja sama pertahanan yang ditingkatkan.
Kunjungan tersebut menyusul pertemuan puncak darurat Arab-Islam pada hari Senin di Doha yang mengutuk serangan Israel dan menyatakan solidaritas dengan Qatar.
Qatar, bersama Mesir dan AS, telah menengahi upaya untuk mengakhiri perang Israel melawan Jalur Gaza, yang telah menewaskan hampir 65.000 korban sejak Oktober 2023.
“Ya, serangan ini mempercepat perlunya pembaruan perjanjian pertahanan strategis antara AS dan Qatar,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Majed al-Ansari dalam konferensi pers di Doha, dilansir Anadolu.
“Ini bukan hal baru, melainkan percepatan proses.”
Pada Juni 1992, Qatar menandatangani perjanjian kerja sama pertahanan dengan AS.
Selasa pagi, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang tiba di Doha dari Israel.
Emir Diwan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pertemuan tersebut meninjau hubungan strategis antara kedua negara dan cara-cara untuk memperkuatnya, khususnya di bidang pertahanan.
Rubio, sementara itu, menegaskan kembali kemitraan keamanan Washington dengan Qatar.
BacaJuga: 6 Negara yang Diserang Israel sebagai Upaya Mewujudkan Greater Israel
“Kami menegaskan kembali kemitraan keamanan AS-Qatar yang langgeng dan komitmen bersama kami untuk kawasan yang lebih aman dan stabil,” tulisnya di platform perusahaan media sosial AS, X.
Diplomat tinggi tersebut berterima kasih kepada Qatar "atas upaya mediasi yang berkelanjutan untuk menengahi kesepakatan damai antara Israel dan Hamas serta untuk memulangkan para sandera."
Sebelum kedatangannya dari Israel, Rubio mengatakan Washington dan Doha hampir menyelesaikan perjanjian kerja sama pertahanan yang ditingkatkan.
Kunjungan tersebut menyusul pertemuan puncak darurat Arab-Islam pada hari Senin di Doha yang mengutuk serangan Israel dan menyatakan solidaritas dengan Qatar.
Qatar, bersama Mesir dan AS, telah menengahi upaya untuk mengakhiri perang Israel melawan Jalur Gaza, yang telah menewaskan hampir 65.000 korban sejak Oktober 2023.
(ahm)
Lihat Juga :