Jet Tempur Inggris Bakal Berkeliaran di Polandia usai Serangan 19 Pesawat Nirawak Rusia
Selasa, 16 September 2025 - 07:36 WIB
loading...
Inggris umumkan jet-jet tempur mereka akan diterbangkan di atas Polandia sebagai bagian dari misi pertahanan NATO usai serangan 19 pesawat nirawak Rusia terhadap Polandia. Foto/Kementerian Pertahanan Inggris
A
A
A
LONDON - Pemerintah Inggris mengumumkan jet-jet tempur mereka akan diterbangkan di atas Polandia sebagai bagian dari misi pertahanan NATO. Tindakan ini diambil London setelah serangan 19 pesawat nirawak Rusia terhadap sekutu NATO di wilayah timur tersebut.
Pada Selasa lalu, 19 pesawat nirawak Moskow menerobos wilayah udara Polandia saat Rusia gencar menyerang Ukraina. Hanya 4 pesawat nirawak yang ditembak jatuh, itu pun dibantu jet tempur siluman F-35 Belanda.
Rusia membantah pesawat-pesawat nirawaknya melanggar wilayah udara Polandia dan menuntut bukti atas klaim tersebut.
Baca Juga: 19 Pesawat Nirawak Rusia Serang Polandia, Respons NATO Mengecewakan
Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, jet-jet tempur Typhoon—dari RAF Coningsby di Lincolnshire—akan bergabung dengan pasukan sekutu dari Denmark, Prancis, dan Jerman untuk memperkuat pertahanan NATO di sisi timurnya.
Mereka akan didukung oleh pesawat pengisian bahan bakar udara-ke-udara Voyager dari RAF Brize Norton, di Oxfordshire.
"Perilaku sembrono Rusia merupakan ancaman langsung terhadap keamanan Eropa dan pelanggaran hukum internasional, oleh karena itu Inggris akan mendukung upaya NATO untuk memperkuat sisi timurnya melalui Eastern Sentry," kata Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, yang dikutip Sky News, Selasa (16/9/2025).
Menurut Starmer, pesawat-pesawat tempur tersebut nantinya bukan sekadar unjuk kekuatan, tapi mereka sangat penting dalam mencegah agresi, mengamankan wilayah udara NATO, dan melindungi keamanan nasional dan sekutu.
"Kami akan terus teguh mendukung Ukraina dan meningkatkan tekanan terhadap [Presiden Rusia Vladimir] Putin hingga tercapai perdamaian yang adil dan abadi," ujarnya.
Setelah Polandia diserang 19 pesawat nirawak Rusia, Rumania membuat klaim beberapa hari kemudian.
Kremlin berdalih pesawat-pesawat nirawak Rusia memasuki Polandia karena diganggu, tetapi para pemimpin Eropa yakin pelanggaran tersebut merupakan provokasi yang disengaja.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan insiden itu membawa negaranya "ke titik paling dekat dengan konflik terbuka sejak Perang Dunia II.
"Pesan untuk Moskow jelas. Putin menguji NATO, NATO merespons dengan persatuan, dan Inggris akan memainkan peran penuh kami," kata Menteri Pertahanan Inggris John Healey.
"Ketika kami diancam, kami merespons bersama," ujarnya.
Kementerian Luar Negeri juga telah memanggil duta besar Rusia di London, Andrei Kelin, atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran yang "sama sekali tidak dapat diterima".
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengumumkan operasi Penjaga Timur pada hari Jumat, dan mengatakan operasi tersebut akan melibatkan pengerahan peralatan di perbatasan dengan Belarusia, Rusia, dan Ukraina untuk mencegah potensi agresi Rusia.
Hal ini menggarisbawahi kekhawatiran yang telah lama ada tentang potensi perluasan perang tiga tahun Rusia di Ukraina.
Enam pesawat tempur Typhoon Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) berpangkalan di Polandia antara April dan Juli sebagai bagian dari misi pengawasan udara NATO yang ditingkatkan.
Selama penempatan tersebut, jet-jet tersebut—yang beroperasi bersama pesawat Swedia—mencapai hampir 500 jam terbang.
Pada Selasa lalu, 19 pesawat nirawak Moskow menerobos wilayah udara Polandia saat Rusia gencar menyerang Ukraina. Hanya 4 pesawat nirawak yang ditembak jatuh, itu pun dibantu jet tempur siluman F-35 Belanda.
Rusia membantah pesawat-pesawat nirawaknya melanggar wilayah udara Polandia dan menuntut bukti atas klaim tersebut.
Baca Juga: 19 Pesawat Nirawak Rusia Serang Polandia, Respons NATO Mengecewakan
Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, jet-jet tempur Typhoon—dari RAF Coningsby di Lincolnshire—akan bergabung dengan pasukan sekutu dari Denmark, Prancis, dan Jerman untuk memperkuat pertahanan NATO di sisi timurnya.
Mereka akan didukung oleh pesawat pengisian bahan bakar udara-ke-udara Voyager dari RAF Brize Norton, di Oxfordshire.
"Perilaku sembrono Rusia merupakan ancaman langsung terhadap keamanan Eropa dan pelanggaran hukum internasional, oleh karena itu Inggris akan mendukung upaya NATO untuk memperkuat sisi timurnya melalui Eastern Sentry," kata Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, yang dikutip Sky News, Selasa (16/9/2025).
Menurut Starmer, pesawat-pesawat tempur tersebut nantinya bukan sekadar unjuk kekuatan, tapi mereka sangat penting dalam mencegah agresi, mengamankan wilayah udara NATO, dan melindungi keamanan nasional dan sekutu.
"Kami akan terus teguh mendukung Ukraina dan meningkatkan tekanan terhadap [Presiden Rusia Vladimir] Putin hingga tercapai perdamaian yang adil dan abadi," ujarnya.
Setelah Polandia diserang 19 pesawat nirawak Rusia, Rumania membuat klaim beberapa hari kemudian.
Kremlin berdalih pesawat-pesawat nirawak Rusia memasuki Polandia karena diganggu, tetapi para pemimpin Eropa yakin pelanggaran tersebut merupakan provokasi yang disengaja.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan insiden itu membawa negaranya "ke titik paling dekat dengan konflik terbuka sejak Perang Dunia II.
"Pesan untuk Moskow jelas. Putin menguji NATO, NATO merespons dengan persatuan, dan Inggris akan memainkan peran penuh kami," kata Menteri Pertahanan Inggris John Healey.
"Ketika kami diancam, kami merespons bersama," ujarnya.
Kementerian Luar Negeri juga telah memanggil duta besar Rusia di London, Andrei Kelin, atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran yang "sama sekali tidak dapat diterima".
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengumumkan operasi Penjaga Timur pada hari Jumat, dan mengatakan operasi tersebut akan melibatkan pengerahan peralatan di perbatasan dengan Belarusia, Rusia, dan Ukraina untuk mencegah potensi agresi Rusia.
Hal ini menggarisbawahi kekhawatiran yang telah lama ada tentang potensi perluasan perang tiga tahun Rusia di Ukraina.
Enam pesawat tempur Typhoon Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) berpangkalan di Polandia antara April dan Juli sebagai bagian dari misi pengawasan udara NATO yang ditingkatkan.
Selama penempatan tersebut, jet-jet tersebut—yang beroperasi bersama pesawat Swedia—mencapai hampir 500 jam terbang.
(mas)
Lihat Juga :