4 Hasil KTT Qatar, dari Upaya Menghukum Israel hingga Mewujudkan Gencatan Senjata di Gaza
Senin, 15 September 2025 - 13:21 WIB
loading...
A
A
A
“Kami menghargai solidaritas negara-negara Arab dan Islam yang bersaudara serta negara-negara sahabat dari komunitas internasional yang mengecam serangan biadab Israel ini,” kata Sheikh Mohammed pada hari Minggu. “Negara-negara tersebut menyatakan dukungan penuhnya kepada kami dan langkah-langkah hukum yang sah yang akan kami ambil untuk menjaga kedaulatan negara kami.”
Perdana Menteri Qatar, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, menyampaikan komentar tersebut ketika para menteri luar negeri dari negara-negara Arab dan Islam berkumpul di Doha sebelum para pemimpin mereka mengadakan KTT darurat pada hari Senin sebagai respons atas serangan Israel terhadap Qatar pekan lalu.
Sidang Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dibuka bukan dengan seremonial, melainkan dengan urgensi, ketika para delegasi berkumpul di sebuah kota yang tiba-tiba menjadi pusat konfrontasi regional.
Delegasi dari Liga Arab dan OKI berkolaborasi dalam sebuah resolusi bersama yang akan menetapkan langkah-langkah konkret terhadap Israel. Rincian resolusi ini diperkirakan akan diungkapkan pada hari Senin.
Perdana Menteri Qatar juga mengecam Israel yang terus-menerus menggagalkan perundingan gencatan senjata Gaza, dengan menyatakan: “Israel harus tahu bahwa perang genosida yang terus-menerus terhadap rakyat Palestina, yang bertujuan untuk memindahkan mereka secara paksa ke luar tanah air mereka, tidak akan berhasil, apa pun alasan palsu yang diberikan.”
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, sementara itu, menekankan perlunya pesan yang jelas tentang solidaritas Arab-Islam dengan Qatar, dengan menyatakan bahwa Israel harus dimintai pertanggungjawaban atas “kejahatan perang yang terbukti”.
Menurut Faisal Abdulhameed al-Mudahka, pemimpin redaksi Gulf Times, KTT darurat kemungkinan akan menghasilkan langkah-langkah konkret terhadap Israel, alih-alih hanya kecaman keras.
"Narasi KTT Arab selama ini hanya berupa pernyataan kecaman. Tapi saya rasa itu tidak lagi terjadi," kata al-Mudahka kepada Al Jazeera.
Perdana Menteri Qatar, yang juga menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, menyampaikan komentar tersebut ketika para menteri luar negeri dari negara-negara Arab dan Islam berkumpul di Doha sebelum para pemimpin mereka mengadakan KTT darurat pada hari Senin sebagai respons atas serangan Israel terhadap Qatar pekan lalu.
Sidang Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dibuka bukan dengan seremonial, melainkan dengan urgensi, ketika para delegasi berkumpul di sebuah kota yang tiba-tiba menjadi pusat konfrontasi regional.
Delegasi dari Liga Arab dan OKI berkolaborasi dalam sebuah resolusi bersama yang akan menetapkan langkah-langkah konkret terhadap Israel. Rincian resolusi ini diperkirakan akan diungkapkan pada hari Senin.
Perdana Menteri Qatar juga mengecam Israel yang terus-menerus menggagalkan perundingan gencatan senjata Gaza, dengan menyatakan: “Israel harus tahu bahwa perang genosida yang terus-menerus terhadap rakyat Palestina, yang bertujuan untuk memindahkan mereka secara paksa ke luar tanah air mereka, tidak akan berhasil, apa pun alasan palsu yang diberikan.”
4. Bersatu Melawan Terorisme yang Dilakukan Israel
“Terorisme negara yang sedang berlangsung terhadap rakyat di kawasan ini menuntut kita untuk merancang resolusi bagi Majelis Umum PBB guna mengakhiri praktik-praktik ini serta pelanggaran dan kejahatan terhadap rakyat Palestina, dan mendorong solusi dua negara,” ujar Sekretaris Jenderal OKI Hissein Brahim Taha pada sesi hari Minggu.Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, sementara itu, menekankan perlunya pesan yang jelas tentang solidaritas Arab-Islam dengan Qatar, dengan menyatakan bahwa Israel harus dimintai pertanggungjawaban atas “kejahatan perang yang terbukti”.
Menurut Faisal Abdulhameed al-Mudahka, pemimpin redaksi Gulf Times, KTT darurat kemungkinan akan menghasilkan langkah-langkah konkret terhadap Israel, alih-alih hanya kecaman keras.
"Narasi KTT Arab selama ini hanya berupa pernyataan kecaman. Tapi saya rasa itu tidak lagi terjadi," kata al-Mudahka kepada Al Jazeera.
Lihat Juga :