Qatar: Dunia Jangan Standar Ganda, Harus Hukum Israel atas Kejahatannya!
Senin, 15 September 2025 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah tiba di Doha pada hari Minggu.
Masih harus dilihat apakah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, akan menghadiri pertemuan tersebut, meskipun dia mengunjungi Qatar awal pekan lalu untuk menunjukkan solidaritas bertetangga.
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, pertemuan hari Senin akan membahas "rancangan resolusi mengenai serangan Israel terhadap Negara Qatar".
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Minggu bahwa pertanyaan tentang perilaku Israel "bukan lagi hanya masalah Palestina-Israel".
"Masalah terbesar saat ini adalah ekspansionisme Israel di kawasan ini," ujarnya.
"Negara-negara Arab dan Islam harus bersatu dan menemukan solusi berdasarkan masalah yang baru didefinisikan ini," paparnya.
Elham Fakhro, seorang peneliti di Harvard’s Middle East Initiative, mengatakan dia memperkirakan negara-negara Teluk akan menggunakan pertemuan darurat ini untuk mendesak Washington agar mengendalikan Israel.
Masih harus dilihat apakah Putra Mahkota Mohammed bin Salman, penguasa de facto Arab Saudi, akan menghadiri pertemuan tersebut, meskipun dia mengunjungi Qatar awal pekan lalu untuk menunjukkan solidaritas bertetangga.
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, pertemuan hari Senin akan membahas "rancangan resolusi mengenai serangan Israel terhadap Negara Qatar".
AS Harus Kendalikan Israel
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Minggu bahwa pertanyaan tentang perilaku Israel "bukan lagi hanya masalah Palestina-Israel".
"Masalah terbesar saat ini adalah ekspansionisme Israel di kawasan ini," ujarnya.
"Negara-negara Arab dan Islam harus bersatu dan menemukan solusi berdasarkan masalah yang baru didefinisikan ini," paparnya.
Elham Fakhro, seorang peneliti di Harvard’s Middle East Initiative, mengatakan dia memperkirakan negara-negara Teluk akan menggunakan pertemuan darurat ini untuk mendesak Washington agar mengendalikan Israel.
Lihat Juga :