4 NepoKids yang Picu Protes di Nepal, dari Penyanyi hingga Mantan Miss Nepal
Minggu, 14 September 2025 - 14:11 WIB
loading...
A
A
A
Rumah keluarganya termasuk di antara yang dibakar selama protes, dan ia dilaporkan kehilangan lebih dari 100.000 pengikut di Instagram saat protes berkecamuk.
Baca Juga: Media Asing: Prabowo Rombak Kabinet untuk Kendalikan Kerusakan atau Hapus Pengaruh Jokowi?
Di seluruh Kathmandu dan sekitarnya, para pengunjuk rasa membakar rumah-rumah keluarga ini, menyatakan bahwa sementara "masyarakat umum sekarat dalam kemiskinan, anak-anak nepo ini mengenakan pakaian senilai lakhs."
Menurut Transparency International, Nepal secara konsisten menempati peringkat di antara negara-negara terkorup di Asia. Sebuah laporan oleh New York Times menyatakan bahwa penyelidikan parlemen menghasilkan temuan bahwa setidaknya USD71 juta telah digelapkan selama pembangunan Bandara Internasional Pokhara. Dalam kasus lain, para politisi terlibat dalam penjualan kuota pengungsi yang diperuntukkan bagi warga etnis Nepal yang terusir dari Bhutan.
Meskipun sering terekspos, penuntutan jarang terjadi, yang memicu keyakinan bahwa kelas politik terlindungi dari akuntabilitas.
Baca Juga: Media Asing: Prabowo Rombak Kabinet untuk Kendalikan Kerusakan atau Hapus Pengaruh Jokowi?
2. Shivana Shrestha
Shivana Shrestha, penyanyi populer dan menantu mantan Perdana Menteri Sher Bahadur Deuba, sering mengunggah video yang menampilkan rumah-rumah mewah dan busana mahal. Ia dan suaminya, Jaiveer Singh Deuba, menjadi sasaran daring sebagai contoh keluarga politik yang hidup dalam kekayaan "senilai crore."3. Smita Dahal
Smita Dahal, cucu dari pemimpin Partai Komunis dan mantan Perdana Menteri Pushpa Kamal Dahal "Prachanda," dikritik karena memamerkan tas tangan senilai lakhs rupee di media sosial sementara rakyat jelata Nepal berjuang mencari pekerjaan.4. Saugat Thapa
Saugat Thapa, putra Menteri Hukum Bindu Kumar Thapa, digambarkan di dunia maya menjalani kehidupan mewah dikelilingi barang-barang mewah. Foto-fotonya beredar luas seiring meningkatnya protes.Di seluruh Kathmandu dan sekitarnya, para pengunjuk rasa membakar rumah-rumah keluarga ini, menyatakan bahwa sementara "masyarakat umum sekarat dalam kemiskinan, anak-anak nepo ini mengenakan pakaian senilai lakhs."
Menurut Transparency International, Nepal secara konsisten menempati peringkat di antara negara-negara terkorup di Asia. Sebuah laporan oleh New York Times menyatakan bahwa penyelidikan parlemen menghasilkan temuan bahwa setidaknya USD71 juta telah digelapkan selama pembangunan Bandara Internasional Pokhara. Dalam kasus lain, para politisi terlibat dalam penjualan kuota pengungsi yang diperuntukkan bagi warga etnis Nepal yang terusir dari Bhutan.
Meskipun sering terekspos, penuntutan jarang terjadi, yang memicu keyakinan bahwa kelas politik terlindungi dari akuntabilitas.
Lihat Juga :