Nepal Mencekam, Militer Terapkan Jam Malam untuk Redam Gejolak
Rabu, 10 September 2025 - 13:22 WIB
loading...
A
A
A
Nepal telah menyaksikan kekerasan yang mengejutkan di jalanan selama dua hari terakhir setelah protes anti-pemerintah terhadap larangan media sosial berkembang menjadi gerakan besar-besaran melawan korupsi dan kurangnya transparansi dalam pemerintahan.
Pemerintahan KP Sharma Oli merespons dengan tangan besi dan menindak tegas protes tersebut.
Sembilan belas pengunjuk rasa tewas dalam aksi polisi, yang memicu kemarahan luas dan demonstrasi yang lebih besar.
Para pengunjuk rasa, yang menyebut diri mereka Gen Z, menyoroti kesenjangan besar antara gaya hidup mewah para politisi dan kondisi kehidupan rakyat Nepal.
Protes tersebut kemudian berubah menjadi kekerasan, dengan sebagian agitator menargetkan gedung-gedung pemerintah dan politisi.
KP Sharma Oli, yang awalnya menolak mundur, mengundurkan diri kemarin setelah para pengunjuk rasa menolak untuk berbicara dengannya.
Presiden Ram Chandra Paudel diperkirakan akan bertemu dengan sekelompok pengunjuk rasa hari ini untuk membahas cara-cara menyelesaikan krisis.
"Saya mendesak semua pihak untuk tetap tenang, mencegah kerusakan lebih lanjut bagi bangsa, dan berunding. Dalam demokrasi, tuntutan yang diajukan warga negara dapat diselesaikan melalui dialog dan negosiasi," ujarnya, menurut laporan media lokal.
Pemerintahan KP Sharma Oli merespons dengan tangan besi dan menindak tegas protes tersebut.
Sembilan belas pengunjuk rasa tewas dalam aksi polisi, yang memicu kemarahan luas dan demonstrasi yang lebih besar.
Para pengunjuk rasa, yang menyebut diri mereka Gen Z, menyoroti kesenjangan besar antara gaya hidup mewah para politisi dan kondisi kehidupan rakyat Nepal.
Protes tersebut kemudian berubah menjadi kekerasan, dengan sebagian agitator menargetkan gedung-gedung pemerintah dan politisi.
KP Sharma Oli, yang awalnya menolak mundur, mengundurkan diri kemarin setelah para pengunjuk rasa menolak untuk berbicara dengannya.
Presiden Ram Chandra Paudel diperkirakan akan bertemu dengan sekelompok pengunjuk rasa hari ini untuk membahas cara-cara menyelesaikan krisis.
"Saya mendesak semua pihak untuk tetap tenang, mencegah kerusakan lebih lanjut bagi bangsa, dan berunding. Dalam demokrasi, tuntutan yang diajukan warga negara dapat diselesaikan melalui dialog dan negosiasi," ujarnya, menurut laporan media lokal.
Lihat Juga :