Teror Kepala Babi Gegerkan 6 Masjid di Penjuru Paris
Selasa, 09 September 2025 - 20:57 WIB
loading...
Kepala babi yang dicat hijau ditempatkan di depan pintu Masjid Gold Coast pada hari Jumat. Foto/Hussin Goss
A
A
A
PARIS - Kepala babi ditemukan di luar enam masjid di dalam dan sekitar ibu kota Prancis pada Selasa pagi (9/9/2025). Ini tampaknya merupakan serangan teror terkoordinasi terhadap Muslim.
Kepala babi tersebut ditemukan di jalan-jalan di Paris, Seine-Saint-Denis, dan Hauts-de-Seine, menurut Le Monde dan AFP.
“Di pinggiran kota Paris, Montreuil, satu kepala babi ditemukan di depan pintu masuk masjid Islah,” ujar perwakilan negara bagian Seine-Saint-Denis kepada media lokal.
Babi dianggap najis dalam Islam, dan oleh karena itu umat Islam tidak mengonsumsi daging babi.
Kepala polisi Paris mengatakan penyelidikan segera dibuka dan "segala upaya sedang dilakukan untuk menemukan pelaku tindakan tercela ini".
"Dukungan penuh saya berikan kepada para pemimpin dan jemaah masjid yang terdampak provokasi yang tak tertahankan ini. Menyerang tempat ibadah adalah tindakan pengecut yang tak terbayangkan," ujar Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Retailleau.
"Republik ini sekuler. Namun, sekularisme justru merupakan syarat bagi kebebasan agar setiap orang dapat menjalankan... sesuai pilihan mereka. Dan saya ingin agar rekan-rekan Muslim kita dapat menjalankan keyakinan mereka dengan damai," papar dia.
Mengutip sumber kepolisian, Le Figaro melaporkan nama Presiden Emmanuel Macron dilukis di salah satu kepala babi.
Aurore Berge, menteri antidiskriminasi Prancis, mengatakan ia telah berbicara dengan Kepala Masjid Agung Paris untuk menyatakan solidaritas pemerintah terhadap umat Muslim.
Pihak masjid menggambarkan serangan tersebut sebagai "tahap menyedihkan" bagi kebencian anti-Muslim yang menyebar di negara tersebut.
"Menghadapi tindakan-tindakan tercela ini, Kota Paris mengambil tindakan hukum," tulis Wali Kota Paris, Anne Hidalgo, di Instagram.
Ada sekitar lima hingga enam juta Muslim di Prancis, menjadikannya agama terbesar kedua di negara itu.
Kementerian Dalam Negeri melaporkan pada bulan Juli bahwa tindakan anti-Muslim meningkat sebesar 75% dari tahun ke tahun.
Dalam lima bulan pertama tahun ini, tercatat 145 tindakan anti-Muslim, dibandingkan dengan 83 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Serangan anti-Muslim terhadap individu meningkat tiga kali lipat selama periode tersebut.
Antara Januari dan Mei, tercatat 504 serangan antisemit, melanjutkan lonjakan serangan semacam itu sejak genosida Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Insiden hari Selasa bukanlah tindakan anti-Muslim pertama di Prancis yang melibatkan kepala babi.
Pada bulan Mei, satu keluarga Muslim di Lorient menemukan kepala babi di depan pintu mereka dan sosis dimasukkan ke dalam kotak surat mereka.
Saat itu, Damien Girard, anggota parlemen Partai Hijau untuk Lorient, menuduh menteri dalam negeri telah "membuka kotak Pandora dan menciptakan semua kekerasan ini dengan menjadikan Islam kambing hitam untuk tujuan politik."
"Ketika Bruno Retailleau menjadikan perjuangannya melawan jilbab sebagai inti dari komitmen politiknya, ketika ia ingin menghapusnya dari dunia olahraga dan universitas, dan ketika ia meneriakkan 'Turunkan jilbab!', ia sedang menciptakan iklim kebencian terhadap komunitas Muslim, menyeret seluruh sayap kanan bersamanya ke dalam penyepelean kekerasan Islamofobia yang berbahaya," ungkap dia.
Kepala babi juga ditinggalkan di luar rumah seorang pria Muslim di Biol, Isere, pada 7 Oktober tahun lalu, dan di luar satu masjid di Pont-Saint-Esprit, di departemen Gard, dua bulan kemudian.
Pada bulan April, di satu masjid kecil di Trescol, Prancis selatan, seorang pria Mali berusia 23 tahun ditikam hingga tewas saat sedang salat.
Dalam video yang diunggah di Snapchat, si pembunuh dengan bangga mengaku bertanggung jawab atas kejahatannya, dengan mengatakan, "Allahmu yang sial, Allahmu yang sial."
Baca juga: PM Nepal Mundur Usai Demonstrasi Berdarah Tewaskan 19 Orang
Kepala babi tersebut ditemukan di jalan-jalan di Paris, Seine-Saint-Denis, dan Hauts-de-Seine, menurut Le Monde dan AFP.
“Di pinggiran kota Paris, Montreuil, satu kepala babi ditemukan di depan pintu masuk masjid Islah,” ujar perwakilan negara bagian Seine-Saint-Denis kepada media lokal.
Babi dianggap najis dalam Islam, dan oleh karena itu umat Islam tidak mengonsumsi daging babi.
Kepala polisi Paris mengatakan penyelidikan segera dibuka dan "segala upaya sedang dilakukan untuk menemukan pelaku tindakan tercela ini".
"Dukungan penuh saya berikan kepada para pemimpin dan jemaah masjid yang terdampak provokasi yang tak tertahankan ini. Menyerang tempat ibadah adalah tindakan pengecut yang tak terbayangkan," ujar Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Retailleau.
"Republik ini sekuler. Namun, sekularisme justru merupakan syarat bagi kebebasan agar setiap orang dapat menjalankan... sesuai pilihan mereka. Dan saya ingin agar rekan-rekan Muslim kita dapat menjalankan keyakinan mereka dengan damai," papar dia.
Mengutip sumber kepolisian, Le Figaro melaporkan nama Presiden Emmanuel Macron dilukis di salah satu kepala babi.
Aurore Berge, menteri antidiskriminasi Prancis, mengatakan ia telah berbicara dengan Kepala Masjid Agung Paris untuk menyatakan solidaritas pemerintah terhadap umat Muslim.
Pihak masjid menggambarkan serangan tersebut sebagai "tahap menyedihkan" bagi kebencian anti-Muslim yang menyebar di negara tersebut.
"Menghadapi tindakan-tindakan tercela ini, Kota Paris mengambil tindakan hukum," tulis Wali Kota Paris, Anne Hidalgo, di Instagram.
Meningkatnya Serangan pada Muslim
Ada sekitar lima hingga enam juta Muslim di Prancis, menjadikannya agama terbesar kedua di negara itu.
Kementerian Dalam Negeri melaporkan pada bulan Juli bahwa tindakan anti-Muslim meningkat sebesar 75% dari tahun ke tahun.
Dalam lima bulan pertama tahun ini, tercatat 145 tindakan anti-Muslim, dibandingkan dengan 83 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Serangan anti-Muslim terhadap individu meningkat tiga kali lipat selama periode tersebut.
Antara Januari dan Mei, tercatat 504 serangan antisemit, melanjutkan lonjakan serangan semacam itu sejak genosida Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Insiden hari Selasa bukanlah tindakan anti-Muslim pertama di Prancis yang melibatkan kepala babi.
Pada bulan Mei, satu keluarga Muslim di Lorient menemukan kepala babi di depan pintu mereka dan sosis dimasukkan ke dalam kotak surat mereka.
Saat itu, Damien Girard, anggota parlemen Partai Hijau untuk Lorient, menuduh menteri dalam negeri telah "membuka kotak Pandora dan menciptakan semua kekerasan ini dengan menjadikan Islam kambing hitam untuk tujuan politik."
"Ketika Bruno Retailleau menjadikan perjuangannya melawan jilbab sebagai inti dari komitmen politiknya, ketika ia ingin menghapusnya dari dunia olahraga dan universitas, dan ketika ia meneriakkan 'Turunkan jilbab!', ia sedang menciptakan iklim kebencian terhadap komunitas Muslim, menyeret seluruh sayap kanan bersamanya ke dalam penyepelean kekerasan Islamofobia yang berbahaya," ungkap dia.
Kepala babi juga ditinggalkan di luar rumah seorang pria Muslim di Biol, Isere, pada 7 Oktober tahun lalu, dan di luar satu masjid di Pont-Saint-Esprit, di departemen Gard, dua bulan kemudian.
Pada bulan April, di satu masjid kecil di Trescol, Prancis selatan, seorang pria Mali berusia 23 tahun ditikam hingga tewas saat sedang salat.
Dalam video yang diunggah di Snapchat, si pembunuh dengan bangga mengaku bertanggung jawab atas kejahatannya, dengan mengatakan, "Allahmu yang sial, Allahmu yang sial."
Baca juga: PM Nepal Mundur Usai Demonstrasi Berdarah Tewaskan 19 Orang
(sya)
Lihat Juga :