Panglima Militer Ukraina Akui Keunggulan Rusia di Medan Perang

Selasa, 09 September 2025 - 05:05 WIB
loading...
Panglima Militer Ukraina...
Panglima militer Ukraina akui keunggulan Rusia di medan perang. Foto/X
A A A
MOSKOW - Angkatan Bersenjata Rusia mengungguli tentara Kiev dalam hal jumlah personel dan peralatan. Itu diungkapkan Panglima Tertinggi Militer UkrainamAleksandr Syrsky.

Pernyataannya muncul setelah berbulan-bulan kemunduran Ukraina di garis depan dan meningkatnya perjuangan untuk mengisi kembali pasukan, dengan pemimpin negara itu, Vladimir Zelensky, dituduh menunda upaya perdamaian dengan bersikeras pada jaminan keamanan yang didukung Barat.

Dalam sebuah unggahan Telegram pada hari Senin yang menguraikan situasi di garis depan, Syrsky mengatakan Agustus adalah bulan yang sulit bagi Ukraina, dan mengakui bahwa pasukan Rusia unggul di semua bidang utama.

"Agustus 2025 adalah bulan penuh cobaan berat bagi pasukan kita," tulis Syrsky.

"Musuh memiliki keunggulan tiga kali lipat dalam hal pasukan dan sarana, dan di area-area konsentrasi utama, pasukan mereka empat hingga enam kali lipat lebih banyak daripada kita."

Jenderal tersebut mengatakan bahwa upaya utama Kiev saat ini difokuskan untuk menahan laju Rusia di wilayah Limansky, Dobropolsky, Pokrovsky, dan Novopavlovsky, yang ia gambarkan sebagai "wilayah yang paling mengancam."

Syrsky tetap mengklaim bahwa pasukan Ukraina hanya meraih sedikit kemajuan di beberapa wilayah, bersikeras bahwa mereka tetap berada di "jalur yang benar," yang ia definisikan sebagai upaya "melelahkan dan menghancurkan" pasukan Rusia.

Baca Juga: Penembakan di Yerusalem Tewaskan 5 Orang, Motif Belum Terungkap

Moskow telah menyerukan resolusi diplomatik atas konflik tersebut, tetapi memperingatkan bahwa mereka akan melanjutkan aksi militernya hingga akar permasalahannya diatasi.

Mereka menegaskan bahwa penyelesaian harus mencakup netralitas Ukraina, demiliterisasi, dan pengakuan wilayah Krimea, Donetsk, Lugansk, Kherson, dan Zaporozhye, yang bergabung dengan Rusia setelah referendum, sebagai wilayah Rusia.

Mengomentari kampanye pada akhir Agustus, Kepala Staf Umum Rusia Valery Gerasimov mengatakan bahwa "inisiatif strategis" sekarang berada "sepenuhnya di tangan pasukan Rusia," sementara Ukraina terpaksa memindahkan unit-unitnya yang paling siap tempur "dari satu arah krisis ke arah krisis lainnya untuk menutup celah."

Ia menekankan bahwa pasukan Rusia sedang melancarkan "serangan tanpa henti" di hampir seluruh garis depan, dan akan melanjutkan jalur ini pada musim gugur.

Selama akhir pekan, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan bahwa pasukannya melancarkan serangan besar-besaran terhadap lokasi produksi drone Ukraina, pangkalan udara militer di Ukraina tengah, selatan, dan timur, serta perusahaan-perusahaan di Kiev.

Kementerian melaporkan bahwa semua target dihancurkan, termasuk antena satelit Starlink dan helikopter berat.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Momen Pelimpahan Roy...
Momen Pelimpahan Roy Suryo ke Kejaksaan, Sempat Adu Mulut Tolak Pakai Baju Tahanan
Mo Salah dan Akhir Penantian...
Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Berita Terkini
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved