Diaspora Indonesia Suarakan Solidaritas dan Aspirasi dengan Boston Bergerak
Minggu, 07 September 2025 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Sejak 25 Agustus 2025, rakyat Indonesia tidak lagi dapat menoleransi rendahnya kualitas kinerja pemerintah dan ketidakmampuan mereka dalam merancang dan menerapkan kebijakan yang mensejahterakan rakyat.
Sebaliknya, aspirasi dan masukan dari rakyat sipil direspon oleh wakil rakyat dengan cemoohan, perhitungan yang asal-asalan, dan justifikasi kebijakan baru yang tidak masuk akal. Hal ini semakin mempertegas aksi performatif wakil rakyat yang telah lama dibiarkan merajalela. Dengan demikian, sebagai Diaspora di Boston, kami menyatakan solidaritas atas gerakan rakyat Indonesia, menuntut agar pemerintah tetap melanjutkan usaha pemenuhan tuntutan-tuntutan 17+8 yang belum terpenuhi walaupun sudah melewati tenggat waktu di tanggal 5 September 2025 kemarin.
Para diaspora Boston juga menuntut pembebasan rakyat yang ditangkap, penghentian aksi kekerasan oleh aparat polisi, serta transparansi penegakan hukum atas kasus pelanggaran HAM yang terjadi selama aksi demokratis dua minggu belakangan ini.
Mereka juga ikut menggemakan tuntutan agar pemerintah secara konsisten memberikan perlindungan untuk hak-hak perempuan, kelompok etnis yang terpinggirkan, penyandang disabilitas, masyarakat Papua dan komunitas adat lainnya.
Bagi mereka, warga Indonesia yang tinggal di Boston, kegiatan ini menjadi kesempatan pertama untuk melangkah keluar dari ruang digital dan bersama-sama menyuarakan aspirasi di ruang terbuka. Mahasiswa, para profesional, hingga warga yang telah lama menetap di Boston datang untuk menemukan ruang berbagi, saling menguatkan, dan merasakan solidaritas bersama.
Sebaliknya, aspirasi dan masukan dari rakyat sipil direspon oleh wakil rakyat dengan cemoohan, perhitungan yang asal-asalan, dan justifikasi kebijakan baru yang tidak masuk akal. Hal ini semakin mempertegas aksi performatif wakil rakyat yang telah lama dibiarkan merajalela. Dengan demikian, sebagai Diaspora di Boston, kami menyatakan solidaritas atas gerakan rakyat Indonesia, menuntut agar pemerintah tetap melanjutkan usaha pemenuhan tuntutan-tuntutan 17+8 yang belum terpenuhi walaupun sudah melewati tenggat waktu di tanggal 5 September 2025 kemarin.
Para diaspora Boston juga menuntut pembebasan rakyat yang ditangkap, penghentian aksi kekerasan oleh aparat polisi, serta transparansi penegakan hukum atas kasus pelanggaran HAM yang terjadi selama aksi demokratis dua minggu belakangan ini.
Mereka juga ikut menggemakan tuntutan agar pemerintah secara konsisten memberikan perlindungan untuk hak-hak perempuan, kelompok etnis yang terpinggirkan, penyandang disabilitas, masyarakat Papua dan komunitas adat lainnya.
Bagi mereka, warga Indonesia yang tinggal di Boston, kegiatan ini menjadi kesempatan pertama untuk melangkah keluar dari ruang digital dan bersama-sama menyuarakan aspirasi di ruang terbuka. Mahasiswa, para profesional, hingga warga yang telah lama menetap di Boston datang untuk menemukan ruang berbagi, saling menguatkan, dan merasakan solidaritas bersama.
Lihat Juga :