4 Alasan Trump Ubah Pentagon Jadi Departemen Perang

Minggu, 07 September 2025 - 02:15 WIB
loading...
4 Alasan Trump Ubah...
Donald Trump ubah Pentagon jadi Departemen Perang. Foto/X/@CENTCOM
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengubah nama Pentagon menjadi "Departemen Perang". Dia mengatakan kepada para wartawan di Ruang Oval bahwa nama tersebut lebih "tepat" mengingat keadaan dunia saat ini.

4 Alasan Trump Ubah Pentagon Jadi Departemen Perang

1. AS Memiliki Militer Terkuat di Dunia

"Saya pikir nama itu jauh lebih tepat, terutama mengingat kondisi dunia saat ini. Kita memiliki militer terkuat di dunia," kata Trump sebelum menandatangani perintah tersebut, dilasnir CNN.

Perintah tersebut mengizinkan Menteri Pertahanan, Departemen Pertahanan, dan pejabat di bawahnya untuk menggunakan gelar sekunder seperti "Menteri Perang", "Departemen Perang", dan "Wakil Menteri Perang" dalam korespondensi resmi, komunikasi publik, konteks seremonial, dan dokumen non-statuta di dalam cabang eksekutif, menurut lembar fakta yang diperoleh CNN. Dan hampir seketika, para pejabat mulai menerapkannya.

Para pejabat Pentagon mengubah papan nama di luar kantor Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan situs web departemen tersebut pun diperbarui. Situs lama, defense.gov, kini dialihkan ke war.gov yang menampilkan "Departemen Perang AS" di bagian atas. DOD — akronim untuk Departemen Pertahanan — juga diganti dengan DOW untuk Departemen Perang dalam berbagai judul berita.

BacaJuga: 10 Negara Bebas Konflik di Dunia, Ada 2 Tetangga Indonesia

2. Militer Bersifat Menyerang, Bukan Bertahan

Hegseth, yang bergabung dengan presiden di Ruang Oval, mengatakan perubahan nama ini "bukan hanya tentang penggantian nama, tetapi tentang pemulihan." Hegseth mengatakan militer akan "bertindak menyerang, bukan hanya bertahan" dan, tercermin dalam perubahan nama tersebut, negara akan "membesarkan para pejuang, bukan hanya pembela."

Perintah tersebut juga memerintahkan semua departemen dan lembaga eksekutif untuk mengakui dan mengakomodasi gelar sekunder baru dalam komunikasi internal dan eksternal, serta menginstruksikan Hegseth untuk merekomendasikan tindakan, baik legislatif maupun eksekutif, untuk mengganti nama Departemen Pertahanan AS secara permanen menjadi Departemen Perang AS, menurut lembar fakta tersebut.

Meskipun lembar fakta tersebut tampaknya mengakui bahwa Trump akan membutuhkan bantuan Kongres untuk menjadikan perubahan tersebut permanen, Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia tidak yakin akan hal itu.

"Saya tidak tahu, tetapi kita akan mencari tahu, tetapi saya tidak yakin mereka harus melakukannya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Spanyol Selidiki Kepala...
Spanyol Selidiki Kepala Staf Militer Israel terkait Penangkapan Aktivis Global Flotilla
Rekomendasi
Polisi Berpeluang Periksa...
Polisi Berpeluang Periksa Febrie Adriansyah terkait Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Berita Terkini
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved