10 Demonstrasi yang Mengubah Dunia, Salah Satunya Gerakan Sarden
Kamis, 04 September 2025 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Protes berperan penting dalam melawan kekuatan konservatif yang bertekad mempertahankan status quo. Gerakan ini berharap dapat menginspirasi perubahan serupa untuk hak-hak perempuan di seluruh Amerika Latin.
Puluhan ribu petani berunjuk rasa di Delhi dan masih berada di sana hingga saat ini, menuntut pencabutan undang-undang tersebut. Pada bulan November, pemogokan sekitar 250 juta warga India menunjukkan bahwa protes para petani telah menyentuh urat nadi nasional. Setelah gagal membubarkan dan kemudian menekan gerakan tersebut, pemerintah terpaksa memberikan konsesi.
Ribuan orang tergerak untuk memprotes pemotongan layanan, korupsi yang berkepanjangan, dan kekerasan endemik, dan meskipun tanggapan awal pemerintah brutal, mereka dengan cepat mundur dan menarik anggaran.
Setelah awalnya menghadapi kekerasan aparat keamanan, gerakan tersebut akhirnya berhasil mencapai kesepakatan dengan presiden, yang mengakui bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut, dan berkomitmen untuk membentuk pengadilan khusus dan mendaftarkan pelaku kejahatan seksual.
Rencananya adalah berdesakan seperti ikan sarden di alun-alun untuk membuktikan bahwa bukan hanya kaum sayap kanan ekstrem yang mampu mengumpulkan massa, dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka tidak sendirian dalam menentang Liga.
4. India: Petani Melawan
Pemerintah otoriter India jarang mau mendengarkan. Namun, mereka tidak memperkirakan reaksi keras dari petani kecil ketika secara sepihak memberlakukan perubahan besar pada undang-undang pertanian yang telah berlangsung puluhan tahun.Puluhan ribu petani berunjuk rasa di Delhi dan masih berada di sana hingga saat ini, menuntut pencabutan undang-undang tersebut. Pada bulan November, pemogokan sekitar 250 juta warga India menunjukkan bahwa protes para petani telah menyentuh urat nadi nasional. Setelah gagal membubarkan dan kemudian menekan gerakan tersebut, pemerintah terpaksa memberikan konsesi.
5. Guatemala: Pemotongan Anggaran Publik Dibatalkan
Pengumuman pemerintah Guatemala pada November 2020 tentang rencananya untuk memangkas dana pendidikan dan perawatan kesehatan memicu kemarahan, karena layanan-layanan ini paling terbebani oleh pandemi.Ribuan orang tergerak untuk memprotes pemotongan layanan, korupsi yang berkepanjangan, dan kekerasan endemik, dan meskipun tanggapan awal pemerintah brutal, mereka dengan cepat mundur dan menarik anggaran.
6. Namibia: #ShutItAllDown
Sayangnya, pembunuhan seorang perempuan muda, Shannon “Darlikie” Wasserfall yang berusia 22 tahun, memicu kemarahan di Namibia. Ratusan pengunjuk rasa turun ke jalan pada Oktober 2020 di bawah panji #ShutItAllDown, bersikeras bahwa kehidupan harus dihentikan sampai kekerasan yang merusak terhadap perempuan ditangani.Setelah awalnya menghadapi kekerasan aparat keamanan, gerakan tersebut akhirnya berhasil mencapai kesepakatan dengan presiden, yang mengakui bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut, dan berkomitmen untuk membentuk pengadilan khusus dan mendaftarkan pelaku kejahatan seksual.
7. Italia: Sarden Membalikkan Arus
Ketika partai Liga sayap kanan berupaya menang di wilayah Emilia-Romagna di Italia tengah pada awal 2020, gerakan Sarden dimobilisasi untuk menegaskan bahwa banyak yang tetap menentang rasisme dan kebencian.Rencananya adalah berdesakan seperti ikan sarden di alun-alun untuk membuktikan bahwa bukan hanya kaum sayap kanan ekstrem yang mampu mengumpulkan massa, dan menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka tidak sendirian dalam menentang Liga.
Lihat Juga :