Biodata Abu Ubaidah, Jubir Hamas yang Dilaporkan Tewas Diserang Israel

Senin, 01 September 2025 - 15:09 WIB
loading...
A A A
Keffiyeh merah telah lama digunakan oleh anggota Hamas sebagai penutup wajah, termasuk komandan pertama kelompok tersebut, Yasser Al-Namrouti dan Emad Akel, yang dibunuh oleh pasukan Israel pada tahun 1993.

Mohammed Deif, komandan umum saat ini, juga menutupi wajahnya dengan keffiyeh merah dalam penampilan media terakhirnya yang diketahui, yang dipublikasikan pada tahun 2005.

6. Simbol Perlawanan Palestina

Abu Ubaidah, yang dipandang sebagai simbol perlawanan Palestina, telah meraih status bak pahlawan di dunia berbahasa Arab, tempat Hamas menikmati dukungan luas. Pidatonya yang berapi-api dan fasih, nada bicaranya yang percaya diri, dan identitasnya yang tanpa identitas, semuanya telah menambah popularitasnya.

Kata-katanya seringkali didukung oleh bukti video serangan Hamas terhadap target-target Israel, yang meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan publik terhadap pernyataannya.

Di seluruh wilayah, pidatonya sangat dinantikan: acara pernikahan disela agar para tamu dapat mendengarkan, sementara anak-anak seringkali terpaku pada layar mereka sepanjang acara.

Sebuah pidato Abu Ubaidah bahkan menarik perhatian Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, mantan penguasa Qatar, saat pertandingan sepak bola antara Palestina dan Iran.

Lalu ada lagu-lagunya, yang liriknya seperti "O Abu Obeida, tekadnya kuat dan kata-katamu adalah peluru."

7. Ditakuti Israel

Pidato dan pernyataan Abu Ubaidah sering disaksikan oleh publik Israel, dan identitasnya menjadi bahan spekulasi.

Selama perang di Gaza tahun 2014, situs web berita Israel Ynet merilis nama "Hudhayfa Samir Abdallah al-Kahlut" dan sebuah foto yang diklaim sebagai Abu Obeida. Hamas membantah laporan tersebut.

Ynet mengatakan upaya untuk mengungkap identitasnya menunjukkan keinginan untuk "menghilangkan aura di sekitarnya" sebagai salah satu tokoh Hamas yang paling berpengaruh.

Foto dan nama tersebut dirilis kembali pada Oktober 2023 oleh Avichay Adraee, juru bicara militer Israel yang berbahasa Arab.

"Sudah waktunya untuk berhenti menutupi diri," kata Adraee dalam sebuah unggahan di X. "Topeng dan keffiyeh tidak akan membantu Anda dan organisasi Anda bersembunyi dari pukulan yang Anda derita dan dari nasib yang akan dihadapi oleh Anda yang tersisa."

Adraee melampirkan sebuah video, yang tampaknya telah diedit, yang menampilkan foto yang sama yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 2014.

Menurut laporan Ynet, rumah Abu Obeida, yang konon berada di Jabalia, dibom tiga kali pada tahun 2008, 2012, dan 2014. Laporan tersebut juga menyatakan bahwa ia meraih gelar magister dalam studi agama dari Universitas Islam Gaza pada tahun 2013 dan sedang mempersiapkan diri untuk meraih gelar doktor.

Middle East Eye tidak dapat memverifikasi detail apa pun yang dipublikasikan tentang Abu Obeida di media Israel.

8. AS Juga Sangat Takut pada Sosok Abu Ubaidah

AS menjatuhkan sanksi kepada Abu Ubaidah pada April 2024, menobatkannya sebagai "kepala perang informasi" Hamas.

Departemen Keuangan AS memujinya karena memimpin "departemen pengaruh siber Brigade al-Qassam", dan menambahkan bahwa ia terlibat dalam "pengadaan server dan domain di Iran untuk menghosting situs web resmi Brigade al-Qassam bekerja sama dengan lembaga-lembaga Iran".

Hamas tidak mengomentari sanksi AS dan pernyataan yang dibuat terkait dugaan aktivitas Abu Obeida.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Berita Terkini
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved