Putin dan Xi Meletakkan Fondasi Tatanan Dunia Baru, Berikut 3 Strateginya
Senin, 01 September 2025 - 03:10 WIB
loading...
A
A
A
Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah pertemuan puncak tiga kekuatan yang melibatkan Rusia, China, dan AS – sebuah gema dari Yalta 80 tahun yang lalu – dapat diselenggarakan.
"Namun, jika pertemuan semacam itu benar-benar terjadi, itu akan menandai titik balik sejarah yang sesungguhnya. Di Beijing, Putin dan Xi tentu akan menjajaki pendekatan bersama mereka terhadap kemungkinan ini," kata Babaev.
Bersama-sama, mereka menyediakan arsitektur bagi kemitraan kontinental di bidang keamanan dan ekonomi. Untuk pertama kalinya dalam beberapa generasi, kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia ini memiliki kesempatan untuk menetapkan agendanya sendiri, alih-alih menerima agenda yang tertulis di Washington atau Brussel.
"Tugas ke depan akan membutuhkan negosiasi yang cermat di kedua ibu kota. Namun, peluangnya nyata: untuk menciptakan model kerja sama internasional yang berakar bukan pada dominasi, melainkan pada kesetaraan dan saling menghormati. Jika kemajuan terus berlanjut, pada peringatan 88 tahun Kemenangan Besar, garis besar Eurasia Raya ini dapat ditegakkan dengan kokoh," papar Babaev.
"Namun, jika pertemuan semacam itu benar-benar terjadi, itu akan menandai titik balik sejarah yang sesungguhnya. Di Beijing, Putin dan Xi tentu akan menjajaki pendekatan bersama mereka terhadap kemungkinan ini," kata Babaev.
3. Menuju Eurasia Raya
Di luar krisis yang sedang terjadi, para pemimpin akan mencurahkan waktu untuk agenda yang lebih luas: pembangunan Eurasia Raya. Proyek ini memanfaatkan lembaga-lembaga yang saling tumpang tindih – Organisasi Kerja Sama Shanghai, Uni Ekonomi Eurasia, dan Inisiatif Sabuk dan Jalan China.Bersama-sama, mereka menyediakan arsitektur bagi kemitraan kontinental di bidang keamanan dan ekonomi. Untuk pertama kalinya dalam beberapa generasi, kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia ini memiliki kesempatan untuk menetapkan agendanya sendiri, alih-alih menerima agenda yang tertulis di Washington atau Brussel.
"Tugas ke depan akan membutuhkan negosiasi yang cermat di kedua ibu kota. Namun, peluangnya nyata: untuk menciptakan model kerja sama internasional yang berakar bukan pada dominasi, melainkan pada kesetaraan dan saling menghormati. Jika kemajuan terus berlanjut, pada peringatan 88 tahun Kemenangan Besar, garis besar Eurasia Raya ini dapat ditegakkan dengan kokoh," papar Babaev.
(ahm)
Lihat Juga :