Qatar Ungkap Israel Belum Tanggapi Proposal Gencatan Senjata Gaza
Rabu, 27 Agustus 2025 - 00:01 WIB
loading...
Warga Gaza terus digempur militer Israel. Foto/anadolu
A
A
A
DOHA - Israel tampaknya "tidak mau mencapai kesepakatan" karena belum menanggapi proposal gencatan senjata yang disepakati Hamas awal bulan ini. Pernyataan itu diungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar yang menjadi mediator.
Meskipun Qatar berjanji melanjutkan upayanya mengakhiri perang Israel di Gaza, yang kini telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina, juru bicara kementerian Majed al-Ansari meminta masyarakat internasional menekan Israel agar menerima proposal gencatan senjata terbaru untuk Gaza.
"Kami sedang menghubungi semua pihak untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, tetapi belum ada tanggapan resmi dari Israel – baik penerimaan, penolakan, maupun pengajuan proposal alternatif," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Majed al-Ansari pada hari Selasa (26/8/2025).
"Kami tidak menganggap serius pernyataan media di Israel dan sedang menunggu tanggapan resmi atas proposal tersebut," ujarnya.
Dia menambahkan, “Qatar berkomunikasi dengan semua pihak untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata."
Pernyataan tersebut muncul seminggu setelah Hamas menyatakan telah memberi tahu mediator Mesir dan Qatar bahwa mereka telah menyetujui proposal tersebut dan siap melanjutkan negosiasi untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.
Serangan militer Israel kini memicu pengungsian massal lebih lanjut di tengah kelaparan yang ditimbulkan Zionis.
Sumber yang mengetahui perundingan gencatan senjata mengatakan kepada Al Jazeera bahwa proposal tersebut mencakup penghentian operasi militer Israel selama 60 hari, di mana Israel akan mundur untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan.
Separuh dari 50 tawanan yang tersisa juga akan ditukar dengan tahanan Palestina dalam jangka waktu tersebut.
"Mesir atau Qatar tidak peduli di mana negosiasi diadakan," ujar al-Ansari, setelah media Israel menyarankan pemindahan lokasi negosiasi ke negara lain.
"Apa yang disetujui Hamas identik dengan apa yang telah disetujui Israel sebelumnya. Bola sekarang ada di tangan Israel, dan tampaknya Israel tidak ingin mencapai kesepakatan atau bahkan menanggapi proposal tersebut," papar dia.
“Proposal ini disetujui Israel dan 98 persennya telah disetujui Hamas," menurut Osama bin Javaid dari Al Jazeera, melaporkan dari Doha.
“Proposal tersebut telah dibahas selama lebih dari 10 hari, dan belum ada satu pun mediator yang menerima tanggapan dari Israel,” tambahnya.
Qatar mengatakan satu-satunya respons yang terlihat dari Israel adalah "lebih banyak kematian, lebih banyak kerusakan, lebih banyak rencana untuk mengambil alih lebih banyak wilayah di Gaza, tetapi tidak ada langkah nyata untuk mencoba menemukan solusi ... dan menghentikan pembunuhan," tambah bin Javaid.
Baca juga: Trump Tidak Senang Israel Serang Rumah Sakit Gaza yang Tewaskan 20 Orang
Meskipun Qatar berjanji melanjutkan upayanya mengakhiri perang Israel di Gaza, yang kini telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina, juru bicara kementerian Majed al-Ansari meminta masyarakat internasional menekan Israel agar menerima proposal gencatan senjata terbaru untuk Gaza.
"Kami sedang menghubungi semua pihak untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, tetapi belum ada tanggapan resmi dari Israel – baik penerimaan, penolakan, maupun pengajuan proposal alternatif," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Majed al-Ansari pada hari Selasa (26/8/2025).
"Kami tidak menganggap serius pernyataan media di Israel dan sedang menunggu tanggapan resmi atas proposal tersebut," ujarnya.
Dia menambahkan, “Qatar berkomunikasi dengan semua pihak untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata."
Pernyataan tersebut muncul seminggu setelah Hamas menyatakan telah memberi tahu mediator Mesir dan Qatar bahwa mereka telah menyetujui proposal tersebut dan siap melanjutkan negosiasi untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.
Serangan militer Israel kini memicu pengungsian massal lebih lanjut di tengah kelaparan yang ditimbulkan Zionis.
Sumber yang mengetahui perundingan gencatan senjata mengatakan kepada Al Jazeera bahwa proposal tersebut mencakup penghentian operasi militer Israel selama 60 hari, di mana Israel akan mundur untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan.
Separuh dari 50 tawanan yang tersisa juga akan ditukar dengan tahanan Palestina dalam jangka waktu tersebut.
"Mesir atau Qatar tidak peduli di mana negosiasi diadakan," ujar al-Ansari, setelah media Israel menyarankan pemindahan lokasi negosiasi ke negara lain.
"Apa yang disetujui Hamas identik dengan apa yang telah disetujui Israel sebelumnya. Bola sekarang ada di tangan Israel, dan tampaknya Israel tidak ingin mencapai kesepakatan atau bahkan menanggapi proposal tersebut," papar dia.
“Proposal ini disetujui Israel dan 98 persennya telah disetujui Hamas," menurut Osama bin Javaid dari Al Jazeera, melaporkan dari Doha.
“Proposal tersebut telah dibahas selama lebih dari 10 hari, dan belum ada satu pun mediator yang menerima tanggapan dari Israel,” tambahnya.
Qatar mengatakan satu-satunya respons yang terlihat dari Israel adalah "lebih banyak kematian, lebih banyak kerusakan, lebih banyak rencana untuk mengambil alih lebih banyak wilayah di Gaza, tetapi tidak ada langkah nyata untuk mencoba menemukan solusi ... dan menghentikan pembunuhan," tambah bin Javaid.
Baca juga: Trump Tidak Senang Israel Serang Rumah Sakit Gaza yang Tewaskan 20 Orang
(sya)
Lihat Juga :