Ayatollah Khamenei: AS Berupaya Membuat Iran Patuh

Senin, 25 Agustus 2025 - 08:23 WIB
loading...
Ayatollah Khamenei:...
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebut Amerika Serikat pada akhirnya berupaya membuat Iran patuh pada Washington. Foto/Khamenei.ir
A A A
TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan persatuan nasional. Seruannya itu untuk menghadapi apa yang dia sebut sebagai upaya Amerika Serikat (AS) untuk menaklukkan Republik Islam tersebut.

Pernyataan Khamenei, yang disampaikan di sebuah masjid di Ibu Kota Iran; Teheran, pada hari Minggu muncul dua bulan sejak pertempuran terhenti antara Iran dan musuh bebuyutannya, Israel. Amerika Serikat ikut campur dalam perang tersebut dengan membombardir tiga situs nuklir Iran, bahkan ketika Teheran terlibat dalam perundingan dengan kekuatan dunia mengenai program nuklirnya.

Serangan langka Israel dan AS pada bulan Juni menargetkan situs-situs nuklir utama. Iran membalas gelombang serangan rudal terhadap Israel dan pangkalan militer AS di Qatar. Menurut Khamenei, serangan oleh dua musuh itu sengaja dirancang untuk mengacaukan Republik Islam Iran.

Baca Juga: Iran Bangun Pabrik Senjata di Beberapa Negara usai Perang Melawan Israel

Dia mengatakan bahwa sehari setelah Iran diserang oleh Israel pada awal perang, agen-agen Amerika bertemu di Eropa. "Untuk membahas pemerintahan seperti apa yang seharusnya memerintah Iran setelah Republik Islam," kata Khamenei.

Khamenei mengeklaim bahwa Amerika Serikat pada akhirnya berusaha membuat Iran patuh pada Washington.

Bagi Khamenei, Iran telah bangkit dengan kuat dari perang 12 hari di bulan Juni—konfrontasi langsung paling intens dalam sejarahnya dengan musuh bebuyutannya; Israel dan Amerika Serikat.

"Bangsa Iran, dengan berdiri teguh bersama angkatan bersenjata, pemerintah, dan sistem, telah memberikan pukulan telak kepada musuh-musuhnya," kata Khamenei.

Pemimpin tertinggi tersebut, yang memiliki keputusan akhir atas urusan negara Iran, juga memperingatkan tentang perpecahan internal yang menurutnya dipicu oleh kekuatan asing.

"Jalan ke depan bagi musuh adalah menciptakan perselisihan di Iran," katanya, seperti dikutip AFP, Senin (25/8/2025).

Dia menyalahkan agen-agen Amerika dan rezim Zionis Israel karena berusaha menebar perpecahan di Iran.

"Hari ini, syukur kepada Tuhan, negara ini bersatu. Ada perbedaan pendapat, tetapi dalam hal membela sistem, membela negara, dan melawan musuh, rakyat bersatu," imbuh Khamenei.

Hubungan antara Teheran dan Washington terputus setelah Revolusi Islam 1979 dan krisis penyanderaan berikutnya di Kedutaan Besar AS.

Washington sejak itu telah memberlakukan gelombang sanksi berturut-turut terhadap Teheran, yang terbaru terkait program nuklirnya.

Amerika Serikat dan sekutunya menuduh Iran berusaha memperoleh senjata nuklir, sebuah klaim yang berulang kali dibantah Teheran.

Perang bulan Juni pecah ketika Teheran dan Washington dijadwalkan mengadakan perundingan putaran keenam mengenai program nuklir Iran, tetapi negosiasi yang telah dimulai beberapa minggu sebelumnya terhambat oleh konflik tersebut.

Iran dijadwalkan bertemu pada hari Selasa dengan Inggris, Prancis, dan Jerman untuk perundingan nuklir, karena negara-negara Eropa tersebut telah mengancam akan memberlakukan kembali sanksi jika tidak tercapai kesepakatan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Jalan Terjal Iran di...
Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: LuĂ­s Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Berita Terkini
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved