Dokter Lintas Batas: Israel Sengaja Merampas Akses Air Bersih ke Gaza

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 12:20 WIB
loading...
Dokter Lintas Batas:...
Warga Palestina mencoba mengisi jeriken mereka dari truk tangki air milik organisasi bantuan yang tiba di kota tersebut, pada 18 Agustus 2025 di Khan Yunis, Gaza. Foto/Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency
A A A
GAZA - Israel sengaja merampas akses air bersih bagi warga Palestina di Gaza dengan menghancurkan infrastruktur dan memblokir impor peralatan perawatan penting. Pernyataan itu diungkap badan amal medis internasional Dokter Lintas Batas (MSF).

“Setelah 22 bulan pemboman dan pembatasan, jumlah air bersih yang tersedia di wilayah kantong itu sama sekali tidak mencukupi," ungkap badan amal medis yang dikenal dengan akronim bahasa Prancisnya, MSF, dalam pernyataan pada hari Kamis (21/8/2025).

MSF menuduh Israel menggunakan air sebagai "senjata perang." MSF mencatat sejak Juni 2024, hanya satu dari sepuluh permintaannya untuk mengimpor barang-barang yang dibutuhkan untuk desalinasi telah disetujui otoritas Israel.

Tujuh unit perawatan MSF saat ini menyediakan air untuk sekitar 65.000 orang, tetapi jumlah ini hanya 7,5 liter per orang per hari, jauh di bawah kebutuhan darurat.

"Israel harus mulai mengizinkan impor peralatan penting untuk pasokan dan distribusi air dalam skala besar," tegas organisasi tersebut.

MSF menjelaskan, “Militer Israel harus menghentikan penghancuran infrastruktur air dan mengizinkan perbaikan segera sistem yang rusak.”

Menurut MSF, Gaza tidak memiliki air minum alami karena salinitas dan kontaminasi limbah. Namun, dua dari tiga jaringan pipa ke Gaza telah berulang kali rusak sejak Oktober 2023, dan lebih dari 60% dari 196 instalasi desalinasi di wilayah tersebut kini tidak berfungsi karena serangan udara atau pembatasan akses.

Kurangnya air bersih telah memicu lonjakan penyakit. Tim medis MSF melaporkan telah melakukan lebih dari 1.000 konsultasi setiap minggu untuk diare berair akut selama sebulan terakhir.

Kebersihan yang buruk juga menyebabkan meluasnya penyakit kulit seperti kudis. Rumah sakit juga kesulitan karena kekurangan air untuk menjaga pasien tetap terhidrasi atau mencegah infeksi.

“Air terlalu sedikit untuk terlalu banyak orang,” ujar Mohammed Nsier, petugas air dan sanitasi MSF di Gaza.

Dia menambahkan, “Jumlah yang dapat kami sediakan sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan, dan kondisinya sangat sulit.”

Perintah pengungsian yang dikeluarkan oleh tentara Israel – yang kini mencakup 86% wilayah Gaza – telah membuat truk air sulit menjangkau banyak komunitas.

Bahkan ketika pengiriman memungkinkan, keluarga-keluarga harus berjalan jauh dengan kontainer-kontainer berat, seringkali melewati lingkungan yang rusak akibat bom, demikian pernyataan tersebut.

“Anda lihat bagaimana orang-orang berjuang, semua orang sangat membutuhkan air,” ujar seorang perempuan yang menunggu di lokasi distribusi di Kota Gaza.

Dia menambahkan, “Sejujurnya, sangat sulit mendapatkan air, bahkan berjalan sedikit pun sangat sulit. Saya tidak tahu harus berkata apa—ini siksaan.”

Lembaga amal tersebut memperingatkan upaya mereka untuk memperbaiki jaringan pipa dan instalasi yang ada terhambat oleh pembatasan impor suku cadang, bahan kimia, dan bahan bakar oleh Israel.

“Dengan tidak memutus aliran air sepenuhnya, mereka membiarkan penyangkalan yang masuk akal sekaligus mencekik warga Palestina dari sumber penghidupan mereka,” ungkap Ozan Agbas, manajer darurat MSF.

Baca juga: Menlu Belanda Mundur setelah Gagal Terapkan Sanksi pada Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Tegas! Roy Suryo dan...
Tegas! Roy Suryo dan Dokter Tifa Menolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved