18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 15:30 WIB
loading...
A A A

5. Italia: Legislator Gaji Moderat Tetapi Disertai Tunjangan Lengkap


Legislatif Italia memperoleh gaji sekitar USD135.980/tahun, atau sekitar Rp2,22 miliar. Selain gaji pokok, mereka menerima tunjangan perumahan, transport, dan staf sekretariat.

Kebijakan subsidi ini telah menyebabkan kritik saat krisis ekonomi melanda Italia, karena masyarakat merasa legislator tidak cukup merasakan beban fiskal.

GDP per kapita Italia di kisaran USD35.000, sehingga remunerasi ini proporsional namun tetap mendapat pengawasan publik ketat.

6. Austria


Legislator mendapat USD134.890/tahun, sekitar Rp2,20 miliar. Disuport tunjangan staf dan kantor yang dikelola secara transparan.

7. Belgia


Belgia Gaji pokok USD114.860/tahun atau Rp1,87 miliar, dengan akses tunjangan biaya rumah, kantor, dan staf.

Sistem multi tingkat pemerintahan di Belgia membuat total kompensasi bisa lebih tinggi bagi legislator yang aktif di level regional.

Kedua negara mengikutsertakan legislator dalam aturan gaji publik yang mudah diakses oleh warga, membatasi kontroversi remunerasi.

8. Korea Selatan: Legislator Asia dengan Gaji Tinggi


Dengan gaji pokok USD106.040/tahun (Rp1,73 miliar), ditambah tunjangan perjalanan, staf, dan lokasi kantor distrik, jumlah penuh bisa mencapai USD140.000–150.000.

Meskipun GDP per kapita sekitar USD35.000, sistem demokrasi Korea Selatan cenderung terbuka terhadap publikasi gaji legislatornya.

Namun, kritik muncul terutama dari kelompok mahasiswa dan oposisi yang menyoroti ketimpangan pendapatan di tengah masyarakat.

9. Kolombia


Legislator menerima sekitar USD105.710/tahun → Rp1,72 miliar. Plus tunjangan sekuritas dan kantor, total bisa menyentuh USD 130.000.

GDP per kapita Kolombia rendah (USD6.000), menjadikan remunerasi ini sangat tinggi relatif terhadap rata-rata warga. Hal ini memicu kritik soal elitisme dan ketimpangan.

10. Jepang


Gaji pokok USD105.120/tahun (Rp1,71 miliar). Ditambahkan tunjangan kantor dan transport yang reguler, total kompensasi cenderung sekitar USD130.000–140.000. GDP per kapita Jepang tinggi (USD45.000), membuat honorarium ini proporsional.

11. Selandia Baru


Gaji legislator USD98.990/tahun → Rp1,61 miliar. Tunjangan perkantoran diberikan dalam bentuk dana tetap dan tidak memicu kontroversi besar.

12. Prancis


Gaji pokok sekitar USD99.520/tahun (Rp1,62 miliar). Jika ditambah allowance per bulan sebesar sekitar €13.127 (≈USD 14.500), total bisa mencapai USD 175.000–180.000 per tahun → Rp 2,8–2,9 miliar.

Dengan GDP per kapita sekitar USD40.000, ini tergolong tinggi dan sering menjadi topik protes di kalangan buruh.

13. Rusia


Legislator menerima sekitar USD78.610/tahun → Rp1,28 miliar. Tunjangan ekstra ada, namun struktur politik yang tertutup membatasi diskursus publik tentang remunerasi.

14. Swiss


Gaji pokok USD80.860/tahun (Rp1,32 miliar). Tambahan untuk staf (sekitar CHF33.000), biaya perjalanan, dan kantor dapat menggandakan kompensasi.

Transparansi finansial tinggi, namun kritik muncul soal mahalnya Swiss dalam hal perumahan dan harga hidup—membuat kenaikan gaji legislator tampak “wajar” setidaknya secara nominal.

15. Swedia


Anggota parlemen memperoleh USD92.450/tahun → Rp1,50 miliar. Sistem perawatan publik dan transportasi umum mengurangi kebutuhan tunjangan besar, sehingga gaji pokok relatif diterima sebagai "cukup".

16. Brasil


USD90.980/tahun → Rp1,48 miliar. Ditambah tunjangan rumah, kendaraan, dan kantor, total kompensasi bisa mencapai USD120.000–130.000 → Rp1,95–2,12 miliar, sehingga memicu kritik di tengah kondisi ekonomi fluktuatif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
2 Anggota DPR Amerika...
2 Anggota DPR Amerika Serikat Mundur karena Skandal Seks
WNI Diduga Jadi Tentara...
WNI Diduga Jadi Tentara Israel, Ini Besaran Gaji Serdadu IDF
Anggota DPR Ini Dipenjara...
Anggota DPR Ini Dipenjara 8 Bulan karena Mengkritik Presiden
Presiden Iran Blak-blakan...
Presiden Iran Blak-blakan Gajinya Kini Hanya Senilai Rp17 Juta karena Penurunan Nilai Mata Uang
Anggota DPR Ilhan Omar...
Anggota DPR Ilhan Omar Diserang dengan Cairan Misterius saat Serukan Pembubaran ICE
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Tekor! Bandara Israel...
Tekor! Bandara Israel Dikuasai Pesawat Militer AS akibat Perang, Kehilangan 18 Juta Penumpang
Rekomendasi
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Berita Terkini
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved