18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 15:30 WIB
loading...
18 Negara dengan Gaji...
Anggota Kongres Filipina bersidang. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Di banyak negara, termasuk Indonesia, isu mengenai gaji anggota parlemen selalu menjadi sorotan publik karena dinilai tidak seimbang dengan kondisi ekonomi masyarakat. Baru-baru ini, gaji dan tunjangan anggota DPR di Indonesia kembali menuai kritik tajam dari warga, yang menilai jumlahnya terlalu besar di tengah tingginya angka kemiskinan dan kesenjangan sosial.

Fenomena ini sejatinya tidak hanya terjadi di Indonesia, sebab di sejumlah negara maju gaji anggota parlemen bahkan jauh lebih tinggi, mencapai ratusan ribu dolar per tahun.

Namun, perbedaan mendasar terletak pada konteks: di negara-negara dengan gaji parlemen tertinggi, transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan publik umumnya berjalan beriringan dengan besarnya penghasilan wakil rakyat.

Sebaliknya, di Indonesia, kritik masyarakat mencuat karena gaji besar anggota DPR sering kali tidak diimbangi dengan kinerja yang memuaskan maupun kepercayaan publik yang kuat.

Hal inilah yang membuat perbandingan internasional soal gaji parlemen menjadi relevan sekaligus memicu diskusi panjang mengenai apakah penghasilan tinggi selalu berbanding lurus dengan kualitas demokrasi.

Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia

1. Amerika Serikat: Gaji Kongres Terbesar, Bahkan Menurut Standar Internasional

Anggota DPR dan Senat AS mendapat gaji pokok USD174.000 per tahun—menjadikannya legislatif paling berpendapatan tinggi jika diukur secara absolut di AS. Dengan kurs Rp16.283, itu setara Rp2,83 miliar per tahun.

Meskipun tidak terlalu besar dibandingkan penghasilan CEO korporasi, angka ini jauh di atas rata-rata pekerja profesional. Sebagian anggota bahkan menerima tambahan tunjangan — seperti dana perjalanan, staf, dan fasilitas kantor — membuat total remunerasi dapat jauh lebih tinggi.

Namun, konsep tunjangan ini dilegalisasi secara terbuka dan biasanya dipertanggungjawabkan publik.

Secara relatif, dibanding GDP per kapita AS sekitar USD67.000, gaji legislatif termasuk moderat, tak menciptakan jurang ekstrem.

Meski begitu, kritik tetap muncul, terutama terkait penggunaan dana publik untuk fasilitas pribadi legislator, namun keseluruhan gaji ini tetap cukup diterima publik.

2. Kanada: Gaji Legislator yang Kompetitif


Kanada menempatkan legislatornya pada kisaran USD141.060 per tahun, yaitu sekitar Rp2,30 miliar. Ditambah tunjangan kantor dan transportasi, total kompensasi bisa menyentuh angka yang lebih tinggi, bisa mencapai sekitar 1,5–2 kali gaji pokok.

Dengan GDP per kapita Kanada sekitar USD50.000, remunerasi ini masih wajar dan relatif proporsional.

Disokong sistem transparansi dan regulasi ketat, kritik tentang gaji legislatif di Kanada umumnya lebih terbatas pada struktur tunjangan daripada angka pokok.

3. Jerman: Legislator “Berduit” Plus Tunjangan Melimpah


Anggota Bundestag Jerman mendapatkan USD146.300 per tahun, sehingga sekitar Rp2,38 miliar per tahunnya.

Selain itu, mereka juga menerima tunjangan bulanan tetap (flat-rate) untuk kebutuhan kantor, perawatan staf, dan aktivitas politik lokal, yang jika digabung bisa mendongkrak total kompensasi mendekati USD200.000/tahun.

Namun, budaya transparansi membuat semua tunjangan tersebut tercatat terbuka. Karena GDP per kapita Jerman sekitar USD55.000, angka ini juga masih dalam batas wajar bagi negara maju.

4. Australia: Legislator Gaji Tinggi dengan Sistem Transparan


Di Australia, anggota parlemen federal (House of Reps dan Senat) mendapat USD146.930/tahun atau sekitar Rp2,39 miliar.

Ditopang oleh sistem partai yang mapan dan tingkat kepercayaan publik relatif tinggi, gaji ini tidak memicu kontroversi besar. Tunjangan transportasi, biaya perkantoran daerah, dan subsidi tempat tinggal (bagi legislator dari luar Canberra) menambah angka kompatibel mencapai USD200.000–220.000 per tahun.

GDP per kapita Australia berkisar USD60.000, sehingga remunerasi ini dianggap sepadan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
2 Anggota DPR Amerika...
2 Anggota DPR Amerika Serikat Mundur karena Skandal Seks
WNI Diduga Jadi Tentara...
WNI Diduga Jadi Tentara Israel, Ini Besaran Gaji Serdadu IDF
Anggota DPR Ini Dipenjara...
Anggota DPR Ini Dipenjara 8 Bulan karena Mengkritik Presiden
Presiden Iran Blak-blakan...
Presiden Iran Blak-blakan Gajinya Kini Hanya Senilai Rp17 Juta karena Penurunan Nilai Mata Uang
Anggota DPR Ilhan Omar...
Anggota DPR Ilhan Omar Diserang dengan Cairan Misterius saat Serukan Pembubaran ICE
DPR Awasi Tata Kelola...
DPR Awasi Tata Kelola BGN Buntut Dadan Cs Terjerat Kasus Dugaan Korupsi
Balas Serangan AS di...
Balas Serangan AS di Pulau Qeshm, Iran Luncurkan Rudal ke Bahrain dan Kuwait
Negaranya Dihujani Rudal...
Negaranya Dihujani Rudal dan Drone, Kuwait Usir 2 Diplomat Iran
Rekomendasi
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved