Sniper Hantu Ukraina Tembak Mati 2 Tentara Rusia dari Jarak 4 Km, Pecahkan Rekor Dunia
Selasa, 19 Agustus 2025 - 07:30 WIB
loading...
Unit sniper Hantu Ukraina menembak mati dua tentara Rusia dari jarak 4 kilometer. Tembakan ini memecahkan rekor dunia sebagai penembakan terjauh. Foto/Screenshot Telegram/ButusovPlus
A
A
A
KYIV - Unit sniper Pryvyd (Hantu) Ukraina mengeklaim telah memecahkan rekor pembunuhan terjauh yang terkonfirmasi. Menurut unit itu, pasukannya telah menembak mati dua tentara Rusia dari jarak sekitar 4 kilometer.
Tembakan tersebut, yang menggunakan senapan Alligator 14,5 mm buatan Ukraina, diarahkan ke sasarannya dengan bantuan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan drone. Demikian diungkap Defense Express dalam laporannya, Selasa (19/8/2025).
Sebuah video aksi militer Ukraina juga beredar luas di media sosial, menunjukkan momen sniperKyiv tersebut melepaskan tembakan "bersejarah" di dekat kota Pokrovsk di wilayah Donetsk, Ukraina timur, dalam pertempuran pada 14 Agustus.
Baca Juga: Rusia Tak Terima Pasukan NATO Dikerahkan ke Ukraina
Mantan Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko, membagikan video tersebut di X dan menulis, "Sniper bersejarah melepaskan tembakan pada jarak rekor 4.000 meter!"
"Seorang sniper Ukraina dari kelompok Pryvyd (Hantu) berhasil melepaskan tembakan pertama yang berhasil dalam sejarah perang menggunakan kecerdasan buatan, melenyapkan dua penjajah Rusia di wilayah Pokrovsk-Myrnohrad," lanjut Gerashchenko.
"Tembakan unik yang ditembakkan tanpa garis pandang ini dipandu oleh sistem UAV dan ditembakkan dari senapan Aligator 14,5 mm yang dilengkapi dengan alat pencitraan termal buatan Ukraina," imbuh dia.
Rekor dunia sebelumnya untuk pembunuhan terkonfirmasi oleh sniper dari jarak terjauh juga dipegang oleh seorang tentara Ukraina, Viacheslav Kovalskyi. Sniper veteran berusia 58 tahun dari Dinas Keamanan Ukraina (SBU) tersebut dilaporkan membunuh pasukan Rusia dari jarak 3,8 kilometer pada November 2023, menggunakan senapan runduk Horizon Lord buatan Inggris. Tembakan pada 14 Agustus itu dilaporkan mengalahkan rekor dunia sebelumnya.
Menurut pakar militer Ukraina, Yuri Butusov, peluru tersebut menembus jendela tempat tentara Rusia berdiri.
Menurut laporan Defense Express, senapan Alligator adalah senapan runduk kaliber 14,5 mm dengan kecepatan moncong antara 3.215 dan 3.281 kaki per detik.
Senapan ini diproduksi oleh perusahaan senjata XADO-Holding yang berbasis di Kharkiv dan memiliki jangkauan efektif 1,2 mil. Senapan ini berbobot 25 kilogram, dan dirancang untuk melumpuhkan peralatan, alih-alih membunuh target.
Tembakan tersebut, yang menggunakan senapan Alligator 14,5 mm buatan Ukraina, diarahkan ke sasarannya dengan bantuan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan drone. Demikian diungkap Defense Express dalam laporannya, Selasa (19/8/2025).
Sebuah video aksi militer Ukraina juga beredar luas di media sosial, menunjukkan momen sniperKyiv tersebut melepaskan tembakan "bersejarah" di dekat kota Pokrovsk di wilayah Donetsk, Ukraina timur, dalam pertempuran pada 14 Agustus.
Baca Juga: Rusia Tak Terima Pasukan NATO Dikerahkan ke Ukraina
Mantan Wakil Menteri Dalam Negeri Ukraina, Anton Gerashchenko, membagikan video tersebut di X dan menulis, "Sniper bersejarah melepaskan tembakan pada jarak rekor 4.000 meter!"
"Seorang sniper Ukraina dari kelompok Pryvyd (Hantu) berhasil melepaskan tembakan pertama yang berhasil dalam sejarah perang menggunakan kecerdasan buatan, melenyapkan dua penjajah Rusia di wilayah Pokrovsk-Myrnohrad," lanjut Gerashchenko.
"Tembakan unik yang ditembakkan tanpa garis pandang ini dipandu oleh sistem UAV dan ditembakkan dari senapan Aligator 14,5 mm yang dilengkapi dengan alat pencitraan termal buatan Ukraina," imbuh dia.
Rekor dunia sebelumnya untuk pembunuhan terkonfirmasi oleh sniper dari jarak terjauh juga dipegang oleh seorang tentara Ukraina, Viacheslav Kovalskyi. Sniper veteran berusia 58 tahun dari Dinas Keamanan Ukraina (SBU) tersebut dilaporkan membunuh pasukan Rusia dari jarak 3,8 kilometer pada November 2023, menggunakan senapan runduk Horizon Lord buatan Inggris. Tembakan pada 14 Agustus itu dilaporkan mengalahkan rekor dunia sebelumnya.
Menurut pakar militer Ukraina, Yuri Butusov, peluru tersebut menembus jendela tempat tentara Rusia berdiri.
Menurut laporan Defense Express, senapan Alligator adalah senapan runduk kaliber 14,5 mm dengan kecepatan moncong antara 3.215 dan 3.281 kaki per detik.
Senapan ini diproduksi oleh perusahaan senjata XADO-Holding yang berbasis di Kharkiv dan memiliki jangkauan efektif 1,2 mil. Senapan ini berbobot 25 kilogram, dan dirancang untuk melumpuhkan peralatan, alih-alih membunuh target.
(mas)
Lihat Juga :