PM Denmark: Netanyahu Telah Menjadi Masalah!
Minggu, 17 Agustus 2025 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
Serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel oleh para milisi Hamas di Gaza mengakibatkan tewasnya 1.219 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan Zionis Israel.
Serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 61.430 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, yang dianggap kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menteri Keuangan Zionis Israel Bezalel Smotrich telah mengatakan bahwa pemerintahnya akan membangun 3.401 rumah dalam proyek permukiman kontroversial di Tepi Barat yang diduduki. Menurutnya, proyek ini akan mengubur mimpi rakyat Palestina untuk memiliki negara.
Proyek yang disebut E1 antara Yerusalem dan permukiman Maale Adumim itu telah dibekukan selama beberapa dekade di tengah pertentangan sengit dunia internasional. Pembangunan di sana secara efektif akan memisahkan Tepi Barat dari Yerusalem Timur yang diduduki.
"Hal ini akan menggagalkan gagasan Negara Palestina karena tidak ada yang perlu diakui dan tidak ada yang perlu diakui," katanya, seperti dikutip BBC.
Permukiman Israel di tanah Palestina telah dianggap ilegal menurut hukum internasional dan merupakan salah satu penghambat utama perdamaian Israel dan Palestina. Sekitar 700.000 pemukim ilegal Israel telah tinggal di sekitar 160 permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, menurut kelompok anti-permukiman Israel, Peace Now. Tanah inilah yang diperjuangkan warga Palestina untuk negara merdeka di masa depan.
Serangan balasan Israel telah menewaskan lebih dari 61.430 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, yang dianggap kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Menteri Keuangan Zionis Israel Bezalel Smotrich telah mengatakan bahwa pemerintahnya akan membangun 3.401 rumah dalam proyek permukiman kontroversial di Tepi Barat yang diduduki. Menurutnya, proyek ini akan mengubur mimpi rakyat Palestina untuk memiliki negara.
Proyek yang disebut E1 antara Yerusalem dan permukiman Maale Adumim itu telah dibekukan selama beberapa dekade di tengah pertentangan sengit dunia internasional. Pembangunan di sana secara efektif akan memisahkan Tepi Barat dari Yerusalem Timur yang diduduki.
"Hal ini akan menggagalkan gagasan Negara Palestina karena tidak ada yang perlu diakui dan tidak ada yang perlu diakui," katanya, seperti dikutip BBC.
Permukiman Israel di tanah Palestina telah dianggap ilegal menurut hukum internasional dan merupakan salah satu penghambat utama perdamaian Israel dan Palestina. Sekitar 700.000 pemukim ilegal Israel telah tinggal di sekitar 160 permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, menurut kelompok anti-permukiman Israel, Peace Now. Tanah inilah yang diperjuangkan warga Palestina untuk negara merdeka di masa depan.
Lihat Juga :