Trump: Semua Orang Harus Disalahkan atas Konflik Ukraina
Jum'at, 15 Agustus 2025 - 15:41 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump. Foto/anadolu
A
A
A
WASHINGTON - Konflik Ukraina adalah "situasi yang seharusnya tidak pernah dimulai," menurut Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia mengklaim "semua orang" yang terlibat harus disalahkan atas permusuhan tersebut.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Kamis (14/8/2025) saat berbicara kepada pers di Ruang Oval.
Ketika ditanya apakah pertemuan puncaknya yang akan datang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin atau insentif yang lebih luas untuk perdamaian merupakan imbalan bagi Moskow, Trump menegaskan kembali posisinya bahwa konflik tersebut seharusnya tidak pernah dimulai sejak awal.
"Saya pikir kita berada dalam situasi yang seharusnya tidak pernah dimulai, seharusnya tidak pernah dimulai. Itu tidak dimulai di bawah kepemimpinan saya, dan selama empat tahun bahkan tidak dibahas," tegas dia.
Trump menyiratkan bahwa semua pihak, termasuk kepemimpinan AS sebelumnya, harus disalahkan atas permusuhan yang berkepanjangan.
"Semua yang kita lakukan salah. Semua yang dilakukan salah. Semua orang harus disalahkan. Putin harus disalahkan. Mereka semua harus disalahkan," klaimnya.
Awal pekan ini, Trump menepis anggapan bahwa pertemuan puncak dengan presiden Rusia itu sendiri merupakan kemenangan bagi Moskow.
"Media yang sangat tidak adil sedang mengincar pertemuan saya dengan Putin," ujar Trump pada hari Rabu.
Dia mengkritik media karena "terus-menerus mengutip orang-orang pecundang yang dipecat dan orang-orang yang sangat bodoh seperti John Bolton, yang baru saja mengatakan, meskipun pertemuan itu berlangsung di tanah Amerika, 'Putin sudah menang.'"
"Apa maksud semua ini? Kita menang dalam SEGALA HAL," tegas Trump, menepis kritik tersebut sebagai "berita palsu."
Pertemuan puncak, yang dijadwalkan pada hari Jumat di Alaska, diperkirakan akan berfokus pada konflik Ukraina, serta pada berbagai isu yang lebih luas terkait hubungan bilateral Rusia-AS.
Washington dan Moskow sama-sama berhati-hati tentang ekspektasi mereka, mengisyaratkan pertemuan itu diharapkan menjadi acara tingkat tinggi pertama dalam serangkaian pembicaraan alih-alih menghasilkan terobosan langsung.
Baca juga: Putin dan Trump Berunding, Kapal Perang AS-Rusia-China Kepung Alaska
Trump menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Kamis (14/8/2025) saat berbicara kepada pers di Ruang Oval.
Ketika ditanya apakah pertemuan puncaknya yang akan datang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin atau insentif yang lebih luas untuk perdamaian merupakan imbalan bagi Moskow, Trump menegaskan kembali posisinya bahwa konflik tersebut seharusnya tidak pernah dimulai sejak awal.
"Saya pikir kita berada dalam situasi yang seharusnya tidak pernah dimulai, seharusnya tidak pernah dimulai. Itu tidak dimulai di bawah kepemimpinan saya, dan selama empat tahun bahkan tidak dibahas," tegas dia.
Trump menyiratkan bahwa semua pihak, termasuk kepemimpinan AS sebelumnya, harus disalahkan atas permusuhan yang berkepanjangan.
"Semua yang kita lakukan salah. Semua yang dilakukan salah. Semua orang harus disalahkan. Putin harus disalahkan. Mereka semua harus disalahkan," klaimnya.
Awal pekan ini, Trump menepis anggapan bahwa pertemuan puncak dengan presiden Rusia itu sendiri merupakan kemenangan bagi Moskow.
"Media yang sangat tidak adil sedang mengincar pertemuan saya dengan Putin," ujar Trump pada hari Rabu.
Dia mengkritik media karena "terus-menerus mengutip orang-orang pecundang yang dipecat dan orang-orang yang sangat bodoh seperti John Bolton, yang baru saja mengatakan, meskipun pertemuan itu berlangsung di tanah Amerika, 'Putin sudah menang.'"
"Apa maksud semua ini? Kita menang dalam SEGALA HAL," tegas Trump, menepis kritik tersebut sebagai "berita palsu."
Pertemuan puncak, yang dijadwalkan pada hari Jumat di Alaska, diperkirakan akan berfokus pada konflik Ukraina, serta pada berbagai isu yang lebih luas terkait hubungan bilateral Rusia-AS.
Washington dan Moskow sama-sama berhati-hati tentang ekspektasi mereka, mengisyaratkan pertemuan itu diharapkan menjadi acara tingkat tinggi pertama dalam serangkaian pembicaraan alih-alih menghasilkan terobosan langsung.
Baca juga: Putin dan Trump Berunding, Kapal Perang AS-Rusia-China Kepung Alaska
(sya)
Lihat Juga :