Swiss Tetap Beli 36 Jet Tempur Siluman F-35 AS Meski Harganya Dinaikkan

Jum'at, 15 Agustus 2025 - 10:07 WIB
loading...
Swiss Tetap Beli 36...
Swiss tetap melanjutkan pembelian 36 unit jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat meski harganya dinaikkan drastis. Foto/Anadolu
A A A
BERN - Pemerintah Swiss tetap akan melanjutkan pembelian 36 unit jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat (AS) meski harganya dinaikkan drastis. Dewan Federal Swiss menekankan bahwa penghentian pembelian tidak dipertimbangkan.

Swiss harus membayar jauh lebih mahal dari yang direncanakan untuk armada jet tempur F-35 buatan Lockheed Martin setelah gagal mencapai kesepakatan harga tetap dengan AS.

Awalnya, harga untuk 36 pesawat itu adalah CHF6 miliar (USD7,47 miliar) namun belum disepakati pada 2022. Sekarang, harganya melambung menjadi total CHF6,65 miliar hingga CHF 7,3 miliar tergantung pada besaran tambahan yang akhirnya disetujui.

Baca Juga: Bawa Jet Tempur Siluman F-35, 3 Kapal Induk Unjuk Kekuatan di Laut Filipina Utara

"Pembicaraan intensif dengan perwakilan tingkat tinggi Gedung Putih terbukti tidak berhasil," ungkap Dewan Federal Swiss tentang kegagalan pencapaian kesepakatan awal.

Menurut laporan SWI, Jumat (15/8/2025), Menteri Pertahanan Swiss Martin Pfister juga tidak berhasil meyakinkan mitranya dari AS, Pete Hegseth, melalui panggilan telepon untuk mencapai kesepakatan awal.

Pemerintah Eropa itu kini memperkirakan biaya tambahan dapat berkisar antara CHF650 juta hingga CHF1,3 miliar. "Sebagai hasil dari perundingan ini, Swiss harus menerima bahwa harga per batch produksi sesuai dengan nilai yang dinegosiasikan antara pemerintah AS dan Lockheed Martin," imbuh pernyataan Dewan Federal.

Dewan Federal menambahkan bahwa biaya akhir masih belum pasti, tergantung pada faktor-faktor seperti inflasi AS, harga komoditas global, dan potensi kenaikan tarif.

Meskipun Dewan Federal telah menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk menganalisis ulang pengadaan dan memeriksa berbagai opsi pada akhir November, Dewan Federal menekankan bahwa penghentian pembelian tidak dipertimbangkan.

"Pemerintah menegaskan kembali komitmennya terhadap pengadaan jet F-35 AS," papar Dewan Federal.

Di sisi lain, Swiss juga dikenai tarif barang-barang yang diekspor ke AS sebesar 39 persen. Hal inilah yang membuat para politisi Parlemen mendesak pemerintah untuk menghentikan rencana pembelian jet tempur siluman F-35.

Balthasar Glattli, dari Partai Hijau, telah mengajukan mosi resmi di parlemen pada musim semi untuk membatalkan proyek pembelian F-35. Dia menyatakan bahwa Amerika Serikat kini dianggap mitra yang tidak dapat diandalkan dan menyarankan solusi jet tempur berbasis Eropa.

Cedric Wermuth, politisi Partai Sosial Demokrat, pernah menuntut referendum baru agar masyarakat bisa menghentikan pembelian F-35 AS, dengan menegaskan bahwa rakyat punya hak untuk memutuskan kembali.

Hans-Peter Portmann, dari partai berkuasa; FDP, mendesak peninjauan ulang pembelian F-35. “Baik menghentikan sebagian atau seluruh kontrak,” ujarnya, yang menyerukan opsi jet tempur Eropa.

Pierre-Alain Fridez, dari Partai Sosial Demokrat, menyebut keputusan pembelian F-35 sebagai kesalahan strategis karena jet tempur itu tidak cocok untuk kebutuhan pertahanan udara Swiss. Dia mendesak pemerintah membatalkan kesepakatan dan memilih alternatif seperti memperpanjang umur F/A-18 atau membeli pesawat Eropa seperti Rafale.

Terlepas dari suara-suara penentangan itu, pemerintah Swiss tetap nekat melanjutkan pembelian 36 unit F-35.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved