AS Bebaskan Sanksi Rusia untuk KTT Trump-Putin
Kamis, 14 Agustus 2025 - 18:15 WIB
loading...
Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden AS Donald Trump. Foto/sputnik
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan pembebasan sementara untuk sanksi tertentu terhadap Rusia. Langkah ini mengizinkan transaksi terkait pertemuan mendatang antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pengumuman ini dibuat pada hari Rabu (13/8/2025) oleh Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan menjelang pertemuan puncak antara Trump dan Putin yang dijadwalkan pada hari Jumat di Anchorage, Alaska.
Pembebasan sanksi ini mencakup transaksi yang "biasanya bersifat insidental dan diperlukan untuk menghadiri atau mendukung pertemuan di negara bagian Alaska," meskipun tidak mengizinkan "pembukaan blokir atau pelepasan properti apa pun yang diblokir atau dilumpuhkan secara efektif."
Penangguhan ini akan tetap berlaku hingga 20 Agustus, OFAC mencatat.
KTT mendatang diperkirakan akan berfokus pada konflik Ukraina, serta pada berbagai isu yang lebih luas terkait hubungan bilateral AS-Rusia.
Washington dan Moskow sama-sama berhati-hati tentang ekspektasi mereka, yang mengindikasikan pertemuan tersebut kemungkinan akan menjadi acara tingkat tinggi pertama dalam serangkaian pembicaraan alih-alih menghasilkan terobosan langsung.
Trump sebelumnya menggambarkan pertemuan puncak dengan Putin sebagai "pertemuan uji coba" yang akan membantunya menentukan apakah konflik Ukraina dapat diselesaikan.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov mengatakan Moskow memandang pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk mulai memperbaiki hubungan yang tegang dengan Washington, dan menyatakan harapan pertemuan tersebut akan "memberikan dorongan bagi normalisasi hubungan bilateral."
Baca juga: Luar Biasa! UEFA Kecam Israel: Setop Bunuh Anak-anak, Setop Bunuh Warga Sipil
Pengumuman ini dibuat pada hari Rabu (13/8/2025) oleh Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) Departemen Keuangan menjelang pertemuan puncak antara Trump dan Putin yang dijadwalkan pada hari Jumat di Anchorage, Alaska.
Pembebasan sanksi ini mencakup transaksi yang "biasanya bersifat insidental dan diperlukan untuk menghadiri atau mendukung pertemuan di negara bagian Alaska," meskipun tidak mengizinkan "pembukaan blokir atau pelepasan properti apa pun yang diblokir atau dilumpuhkan secara efektif."
Penangguhan ini akan tetap berlaku hingga 20 Agustus, OFAC mencatat.
KTT mendatang diperkirakan akan berfokus pada konflik Ukraina, serta pada berbagai isu yang lebih luas terkait hubungan bilateral AS-Rusia.
Washington dan Moskow sama-sama berhati-hati tentang ekspektasi mereka, yang mengindikasikan pertemuan tersebut kemungkinan akan menjadi acara tingkat tinggi pertama dalam serangkaian pembicaraan alih-alih menghasilkan terobosan langsung.
Trump sebelumnya menggambarkan pertemuan puncak dengan Putin sebagai "pertemuan uji coba" yang akan membantunya menentukan apakah konflik Ukraina dapat diselesaikan.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov mengatakan Moskow memandang pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk mulai memperbaiki hubungan yang tegang dengan Washington, dan menyatakan harapan pertemuan tersebut akan "memberikan dorongan bagi normalisasi hubungan bilateral."
Baca juga: Luar Biasa! UEFA Kecam Israel: Setop Bunuh Anak-anak, Setop Bunuh Warga Sipil
(sya)
Lihat Juga :