Trump Ancam Konsekuensi Berat Jika Putin Lanjutkan Perang Ukraina
Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:46 WIB
loading...
A
A
A
Trump tidak memberikan kerangka waktu untuk pertemuan kedua.
Para pemimpin Eropa dan Zelensky sebelumnya telah berbicara dengan Trump dalam panggilan telepon terakhir yang diselenggarakan oleh Jerman untuk menetapkan garis merah menjelang pertemuan di Alaska.
“Kami melakukan panggilan telepon yang sangat baik. Dia hadir dalam panggilan tersebut. Presiden Zelensky hadir dalam panggilan tersebut. Saya akan memberi nilai 10, sangat bersahabat,” kata Trump.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Trump setuju bahwa Ukraina harus dilibatkan dalam setiap diskusi tentang penyerahan wilayah, sementara Zelensky mengatakan Trump telah mendukung gagasan jaminan keamanan dalam penyelesaian pascaperang.
“Presiden Trump sangat jelas bahwa Amerika Serikat ingin mencapai gencatan senjata pada pertemuan di Alaska ini,” kata Macron.
“Poin kedua yang sangat jelas, seperti yang diungkapkan oleh Presiden Trump, adalah bahwa wilayah milik Ukraina tidak dapat dinegosiasikan dan hanya akan dinegosiasikan oleh presiden Ukraina," paparnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang menjadi tuan rumah pertemuan virtual tersebut, mengatakan prinsip bahwa perbatasan tidak dapat diubah dengan paksa harus tetap berlaku.
“Jika tidak ada pergerakan dari pihak Rusia di Alaska, maka Amerika Serikat dan kita, bangsa Eropa, harus meningkatkan tekanan,” ujarnya.
“Presiden Trump memahami posisi ini, dia sangat memahaminya, dan oleh karena itu saya dapat mengatakan: Kami telah melakukan percakapan yang sangat konstruktif dan baik satu sama lain.”
Trump dan Putin dijadwalkan membahas cara mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun, konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Trump sebelumnya mengatakan kedua belah pihak harus bertukar wilayah untuk mengakhiri pertempuran yang telah menelan puluhan ribu nyawa dan membuat jutaan orang mengungsi.
Di hari diplomasi yang intens, Zelensky terbang ke Berlin untuk pertemuan virtual dengan para pemimpin Eropa dan kemudian dengan Trump.
Para pemimpin Eropa dan Zelensky sebelumnya telah berbicara dengan Trump dalam panggilan telepon terakhir yang diselenggarakan oleh Jerman untuk menetapkan garis merah menjelang pertemuan di Alaska.
“Kami melakukan panggilan telepon yang sangat baik. Dia hadir dalam panggilan tersebut. Presiden Zelensky hadir dalam panggilan tersebut. Saya akan memberi nilai 10, sangat bersahabat,” kata Trump.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Trump setuju bahwa Ukraina harus dilibatkan dalam setiap diskusi tentang penyerahan wilayah, sementara Zelensky mengatakan Trump telah mendukung gagasan jaminan keamanan dalam penyelesaian pascaperang.
“Presiden Trump sangat jelas bahwa Amerika Serikat ingin mencapai gencatan senjata pada pertemuan di Alaska ini,” kata Macron.
“Poin kedua yang sangat jelas, seperti yang diungkapkan oleh Presiden Trump, adalah bahwa wilayah milik Ukraina tidak dapat dinegosiasikan dan hanya akan dinegosiasikan oleh presiden Ukraina," paparnya.
Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang menjadi tuan rumah pertemuan virtual tersebut, mengatakan prinsip bahwa perbatasan tidak dapat diubah dengan paksa harus tetap berlaku.
“Jika tidak ada pergerakan dari pihak Rusia di Alaska, maka Amerika Serikat dan kita, bangsa Eropa, harus meningkatkan tekanan,” ujarnya.
“Presiden Trump memahami posisi ini, dia sangat memahaminya, dan oleh karena itu saya dapat mengatakan: Kami telah melakukan percakapan yang sangat konstruktif dan baik satu sama lain.”
Trump dan Putin dijadwalkan membahas cara mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun, konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. Trump sebelumnya mengatakan kedua belah pihak harus bertukar wilayah untuk mengakhiri pertempuran yang telah menelan puluhan ribu nyawa dan membuat jutaan orang mengungsi.
Di hari diplomasi yang intens, Zelensky terbang ke Berlin untuk pertemuan virtual dengan para pemimpin Eropa dan kemudian dengan Trump.
Lihat Juga :