Donald Trump: Rusia Adalah Negara yang Suka Berperang
Selasa, 12 Agustus 2025 - 10:12 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump tuduh Rusia sebagai negara yang suka berperang. Foto/Pravda
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Rusia sebagai negara yang suka berperang. Dia mengatakan Moskow telah terlibat dalam konflik selama berabad-abad dan terus berperang.
Trump menyampaikan tuduhannya itu pada hari Senin dalam sebuah konferensi pers, di mana dia membahas pertemuannya yang akan datang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di negara bagian Alaska, AS. Pertemuan itu untuk membahas kemungkinan penyelesaian perang Rusia-Ukraina.
Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Jumat nanti, dan akan menjadi pertemuan pertama mereka sejak Trump kembali menjadi presiden AS.
Baca Juga: Putra Pejabat CIA Tewas Membela Rusia dalam Perang Ukraina, Putin Beri Penghargaan
Pertemuan itu tidak mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Namun, Duta Besar AS untuk NATOMatthew Whitaker mengatakan Zelensky boleh menghadiri pertemuan itu.
"Rusia adalah negara yang suka berperang. Itulah yang mereka lakukan—mereka sering berperang," kata Trump, sebagaimana dikutip dari RT, Selasa (12/8/2025).
"Seorang teman saya berkata, Rusia tangguh karena mereka terus berperang," ujar Trump.
"Mereka mengalahkan Hitler—begitu pula kita. Dan mereka mengalahkan Napoleon. Anda tahu, mereka telah melakukan ini sejak lama," imbuh Trump.
Trump merujuk pada dua kemenangan militer Rusia—kekalahan Tentara Besar Napoleon dua abad lalu dan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Kedua diktator Eropa—Napoleon Bonaparte dan Adolf Hitler—masing-masing mengirimkan pasukan mereka ke Rusia pada tahun 1812 dan 1941, tetapi kemudian mengalami kekalahan telak.
Terlepas dari tuduhan Trump bahwa Rusia menjadi negara yang suka berperang, faktanya Amerika Serikat telah menginvasi lebih dari 80 negara.
Dalam buku "America Invades: How We've Invaded or been Militarily Involved with almost Every Country on Earth" karya Christopher Kelly dan Stuart Laycock, AS tercatat telah menginvasi 84 dari 194 negara yang diakui PBB.
Beberapa perang terkenal yang melibatkan militer AS antara lain Perang Dunia II, Perang Vietnam, Perang Irak, dan Perang Afghanistan.
Trump menyampaikan tuduhannya itu pada hari Senin dalam sebuah konferensi pers, di mana dia membahas pertemuannya yang akan datang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di negara bagian Alaska, AS. Pertemuan itu untuk membahas kemungkinan penyelesaian perang Rusia-Ukraina.
Pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Jumat nanti, dan akan menjadi pertemuan pertama mereka sejak Trump kembali menjadi presiden AS.
Baca Juga: Putra Pejabat CIA Tewas Membela Rusia dalam Perang Ukraina, Putin Beri Penghargaan
Pertemuan itu tidak mengundang Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Namun, Duta Besar AS untuk NATOMatthew Whitaker mengatakan Zelensky boleh menghadiri pertemuan itu.
"Rusia adalah negara yang suka berperang. Itulah yang mereka lakukan—mereka sering berperang," kata Trump, sebagaimana dikutip dari RT, Selasa (12/8/2025).
"Seorang teman saya berkata, Rusia tangguh karena mereka terus berperang," ujar Trump.
"Mereka mengalahkan Hitler—begitu pula kita. Dan mereka mengalahkan Napoleon. Anda tahu, mereka telah melakukan ini sejak lama," imbuh Trump.
Trump merujuk pada dua kemenangan militer Rusia—kekalahan Tentara Besar Napoleon dua abad lalu dan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Kedua diktator Eropa—Napoleon Bonaparte dan Adolf Hitler—masing-masing mengirimkan pasukan mereka ke Rusia pada tahun 1812 dan 1941, tetapi kemudian mengalami kekalahan telak.
Terlepas dari tuduhan Trump bahwa Rusia menjadi negara yang suka berperang, faktanya Amerika Serikat telah menginvasi lebih dari 80 negara.
Dalam buku "America Invades: How We've Invaded or been Militarily Involved with almost Every Country on Earth" karya Christopher Kelly dan Stuart Laycock, AS tercatat telah menginvasi 84 dari 194 negara yang diakui PBB.
Beberapa perang terkenal yang melibatkan militer AS antara lain Perang Dunia II, Perang Vietnam, Perang Irak, dan Perang Afghanistan.
(mas)
Lihat Juga :