Capres Kolombia yang Ditembak Kepalanya saat Kampanye Kini Meninggal
Selasa, 12 Agustus 2025 - 07:40 WIB
loading...
A
A
A
Kematian Uribe menambah tragedi dalam sejarah keluarganya yang penuh gejolak.
Ibunya, jurnalis Diana Turbay, tewas pada tahun 1991 dalam misi penyelamatan yang gagal setelah diculik oleh Kartel Medellin, yang dipimpin oleh gembong narkoba Pablo Escobar.
Keluarganya merupakan tokoh penting dalam politik Kolombia. Kakek dari pihak ibu, Julio Cesar Turbay, menjabat sebagai presiden Kolombia dari tahun 1978 hingga 1982, sementara kakek dari pihak ayah, Rodrigo Uribe Echavarria, memimpin Partai Liberal dan mendukung kampanye presiden Virgilio Barco yang sukses pada tahun 1986.
“Kolombia membutuhkan kepemimpinan, persatuan, dan kerja keras. Perdamaian tidak dapat dicapai melalui impunitas,” ujar Uribe kepada sesama anggota Parlemen pada bulan Juli 2024, pada hari pembukaan sidang legislatif.
“Hanya kebijakan keamanan yang serius yang akan mendorong para penjahat untuk meletakkan senjata dan tunduk pada hukum," ujarnya saat itu.
"Tanpa keamanan, tidak ada apa-apa. Kemakmuran dicapai melalui peluang dan peluang dengan investasi, tetapi agar ada investasi, perlu ada aturan dan insentif yang jelas," imbuh dia.
Uribe sendiri telah menikmati peningkatan karier politik yang pesat, menjadi anggota Parlemen yang diakui untuk partai sayap kanan Democratic Center dan calon presiden yang dikenal karena kritik tajamnya terhadap pemerintahan Presiden Gustavo Petro yang berhaluan kiri.
Pada usia 25 tahun, dia terpilih menjadi anggota dewan kota Bogota, di mana dia merupakan penentang keras Petro, yang saat itu menjabat sebagai wali kota ibu kota, mengkritik penanganan Petro terhadap pengelolaan sampah dan program sosial.
Ibunya, jurnalis Diana Turbay, tewas pada tahun 1991 dalam misi penyelamatan yang gagal setelah diculik oleh Kartel Medellin, yang dipimpin oleh gembong narkoba Pablo Escobar.
Keluarganya merupakan tokoh penting dalam politik Kolombia. Kakek dari pihak ibu, Julio Cesar Turbay, menjabat sebagai presiden Kolombia dari tahun 1978 hingga 1982, sementara kakek dari pihak ayah, Rodrigo Uribe Echavarria, memimpin Partai Liberal dan mendukung kampanye presiden Virgilio Barco yang sukses pada tahun 1986.
"Tanpa Keamanan, Tidak Ada Apa-apa"
“Kolombia membutuhkan kepemimpinan, persatuan, dan kerja keras. Perdamaian tidak dapat dicapai melalui impunitas,” ujar Uribe kepada sesama anggota Parlemen pada bulan Juli 2024, pada hari pembukaan sidang legislatif.
“Hanya kebijakan keamanan yang serius yang akan mendorong para penjahat untuk meletakkan senjata dan tunduk pada hukum," ujarnya saat itu.
"Tanpa keamanan, tidak ada apa-apa. Kemakmuran dicapai melalui peluang dan peluang dengan investasi, tetapi agar ada investasi, perlu ada aturan dan insentif yang jelas," imbuh dia.
Uribe sendiri telah menikmati peningkatan karier politik yang pesat, menjadi anggota Parlemen yang diakui untuk partai sayap kanan Democratic Center dan calon presiden yang dikenal karena kritik tajamnya terhadap pemerintahan Presiden Gustavo Petro yang berhaluan kiri.
Pada usia 25 tahun, dia terpilih menjadi anggota dewan kota Bogota, di mana dia merupakan penentang keras Petro, yang saat itu menjabat sebagai wali kota ibu kota, mengkritik penanganan Petro terhadap pengelolaan sampah dan program sosial.
Lihat Juga :