Pakistan Bantah Klaim India yang Tembak Jatuh 6 Jet Tempur Selama Perang 4 Hari

Minggu, 10 Agustus 2025 - 16:25 WIB
loading...
Pakistan Bantah Klaim...
Pakistan bantah klaim India yang tembak jatuh enam jet tempur selama perang empat hari. Foto/X/@THEEURASIATIMES
A A A
ISLAMABAD - Pakistan menolak klaim India yang menyatakan telah menembak jatuh enam pesawat Pakistan, termasuk lima jet tempur, selama konflik empat hari antara kedua negara tetangga bersenjata nuklir di Asia Selatan tersebut. Aksi saling bantah itu membuat hubungan kedua negara mamanas.

"Klaim tersebut tidak masuk akal dan tidak tepat waktu," kata Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif dalam sebuah pernyataan, dilansir Anadolu.

"Tidak ada satu pun pesawat Pakistan yang ditembak jatuh atau dihancurkan oleh India," kata Asif.

Ia menambahkan bahwa klaim yang terlambat tersebut tidak hanya keliru secara faktual, tetapi juga merupakan upaya putus asa untuk menutupi apa yang ia sebut sebagai "kegagalan monumental" strategi militer India, yang bersumber dari "kepicikan strategis" para pemimpin politiknya.

"Selama tiga bulan, tidak ada klaim semacam itu yang disuarakan," kata Asif.

"Segera setelah konflik, Pakistan menyampaikan pengarahan teknis terperinci kepada media internasional, sementara pengamat independen mengakui hilangnya beberapa pesawat India, termasuk Rafale. Pengakuan ini diperkuat oleh para pemimpin dunia, politisi senior India, dan penilaian intelijen asing."

Ia menambahkan bahwa selama konflik tersebut, pasukan Pakistan menghancurkan enam jet tempur India, baterai pertahanan udara S-400, dan pesawat nirawak, sementara dengan cepat melumpuhkan beberapa pangkalan udara India.

Baca Juga: Negara-negara Eropa Minta Perundingan Damai Harus Melibatkan Ukraina

Sabtu sebelumnya, Kepala Angkatan Udara India Amar Preet Singh mengklaim bahwa New Delhi telah menembak jatuh enam pesawat Pakistan, termasuk lima jet tempur, selama konflik empat hari tersebut.

Klaimnya muncul tiga bulan setelah bentrokan lintas batas antara New Delhi dan Islamabad.

Pertempuran antara kedua negara dipicu oleh serangan pada 22 April di sebuah resor wisata di Kashmir yang dikelola India.

New Delhi menyalahkan Islamabad atas serangan tersebut, yang kemudian menyangkal bertanggung jawab dan menyerukan penyelidikan yang tidak memihak.

Setelah saling serang antara kedua negara, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada 10 Mei.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Uruguay vs Cape Verde...
Uruguay vs Cape Verde 2-2: Tiket Fase Gugur Ditentukan di Laga Pemungkas
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Berita Terkini
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved