Polisi London Tangkap 474 Demonstran Pembela Aksi Palestina

Minggu, 10 Agustus 2025 - 10:27 WIB
loading...
A A A
Protes hari Sabtu ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap pemerintah Inggris untuk mencabut larangan kontroversial tersebut di tengah kekhawatiran bahwa larangan tersebut dapat digunakan untuk membungkam kritik terhadap Israel dan hak untuk berunjuk rasa.

Bulan lalu, kepala hak asasi manusia PBB Volker Turk mengatakan bahwa larangan tersebut "tidak proporsional dan tidak perlu" dan menyerukan agar penetapan tersebut dicabut.

Pada hari Kamis, Amnesty International memperingatkan bahwa penangkapan massal tersebut dapat melanggar hukum internasional. Kepala Eksekutif Amnesty Inggris, Sacha Deshmukh, mengatakan: "Menangkap orang-orang atas pelanggaran terorisme karena memegang plakat secara damai bertentangan dengan hukum hak asasi manusia internasional."

"Di saat orang-orang merasa marah atas genosida yang mereka saksikan sedang dilakukan di Gaza, sangatlah penting untuk menyediakan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kemarahan tersebut secara damai," paparnya, seperti dikutip Middle East Eye, Minggu (10/8/2025).

Juga pada hari Kamis, sejumlah akademisi terkemuka dunia, termasuk Judith Butler, Tariq Ali, Angela Davis, Naomi Klein, Rashid Khalidi, Avi Shlaim, dan Ilan Pappe, menandatangani surat terbuka yang mengecam pelarangan kelompok Aksi Palestina sebagai "serangan terhadap kebebasan fundamental".

Pada 30 Juli, seorang hakim Pengadilan Tinggi memutuskan mendukung kelompok Aksi Palestina dan memberikan peninjauan yudisial kepada kelompok aksi langsung tersebut untuk menentang pelarangannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Diperiksa Kejagung 9...
Diperiksa Kejagung 9 Jam Lebih, Sony Sonjaya Bungkam
Ibu Hamil dan Balita...
Ibu Hamil dan Balita juga Tidak Terima MBG saat Libur Sekolah
Pengadilan Eksekusi...
Pengadilan Eksekusi Kawasan Hotel Sultan, Aset Dipindahkan ke Gudang di Cikarang
Berita Terkini
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Infografis
6 Kendaraan Polisi yang...
6 Kendaraan Polisi yang Biasa Diterjunkan dalam Aksi Demo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved