Israel Hendak Caplok Seluruh Gaza, Netanyahu Klaim Akan Menyerahkannya kepada Pasukan Arab
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
Kabinet Keamanan, yang perlu menyetujui keputusan tersebut, mulai bersidang pada Kamis malam, menurut media Israel, dan diperkirakan akan berlangsung hingga larut malam.
Panglima Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir memperingatkan agar tidak menduduki Gaza, dengan mengatakan bahwa hal itu akan membahayakan para sandera dan menambah beban militer setelah hampir dua tahun perang, menurut laporan media-media Israel.
Para milisi perlawanan Palestina pimpinan Hamas menculik 251 orang dan menewaskan sekitar 1.200 orang dalam serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang, menurut angka resmi militer Zionis Israel. Sebagian besar sandera telah dibebaskan melalui gencatan senjata atau kesepakatan lain, tetapi 50 orang masih berada di Gaza, sekitar 20 di antaranya diyakini Israel masih hidup.
Hampir dua lusin kerabat sandera berlayar dari Israel selatan menuju perbatasan laut dengan Gaza pada hari Kamis, di mana mereka menyiarkan pesan dari pengeras suara.
Yehuda Cohen, ayah dari Nimrod Cohen, seorang tentara Israel yang ditawan di Gaza, mengatakan dari atas kapal bahwa Netanyahu memperpanjang perang untuk memuaskan para ekstremis dalam koalisi pemerintahannya.
Sekutu sayap kanan Netanyahu ingin meningkatkan eskalasi perang, merelokasi sebagian besar penduduk Gaza ke negara lain, dan membangun kembali permukiman Yahudi yang dibongkar pada tahun 2005.
"Netanyahu hanya bekerja untuk dirinya sendiri," kata Cohen.
Serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 61.000 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Kementerian ini merupakan bagian dari pemerintahan yang dijalankan Hamas dan dikelola oleh tenaga medis profesional yang menyimpan dan berbagi catatan terperinci.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan para ahli independen memandang angka-angka kementerian tersebut sebagai perkiraan korban yang paling kredibel. Israel telah membantahnya tanpa memberikan rincian jumlah korban.
Dari 42 orang yang tewas pada hari Kamis, setidaknya 13 orang sedang mencari bantuan di zona militer Israel di Gaza selatan, tempat konvoi bantuan PBB secara teratur dipenuhi oleh penjarah dan kerumunan yang putus asa. Dua orang lainnya tewas di jalan menuju lokasi terdekat yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF), menurut Rumah Sakit Nasser yang menerima jenazah-jenazah tersebut.
GHF merupakan sebuah kontraktor Amerika yang didukung Israel. GHF mengatakan tidak ada insiden kekerasan di atau dekat lokasinya pada hari Kamis.
Belum ada komentar langsung dari militer Israel. Zona militer tersebut, yang dikenal sebagai Koridor Morag terlarang bagi media independen.
Panglima Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir memperingatkan agar tidak menduduki Gaza, dengan mengatakan bahwa hal itu akan membahayakan para sandera dan menambah beban militer setelah hampir dua tahun perang, menurut laporan media-media Israel.
Para milisi perlawanan Palestina pimpinan Hamas menculik 251 orang dan menewaskan sekitar 1.200 orang dalam serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang, menurut angka resmi militer Zionis Israel. Sebagian besar sandera telah dibebaskan melalui gencatan senjata atau kesepakatan lain, tetapi 50 orang masih berada di Gaza, sekitar 20 di antaranya diyakini Israel masih hidup.
Hampir dua lusin kerabat sandera berlayar dari Israel selatan menuju perbatasan laut dengan Gaza pada hari Kamis, di mana mereka menyiarkan pesan dari pengeras suara.
Yehuda Cohen, ayah dari Nimrod Cohen, seorang tentara Israel yang ditawan di Gaza, mengatakan dari atas kapal bahwa Netanyahu memperpanjang perang untuk memuaskan para ekstremis dalam koalisi pemerintahannya.
Sekutu sayap kanan Netanyahu ingin meningkatkan eskalasi perang, merelokasi sebagian besar penduduk Gaza ke negara lain, dan membangun kembali permukiman Yahudi yang dibongkar pada tahun 2005.
"Netanyahu hanya bekerja untuk dirinya sendiri," kata Cohen.
Serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 61.000 warga Palestina, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Kementerian ini merupakan bagian dari pemerintahan yang dijalankan Hamas dan dikelola oleh tenaga medis profesional yang menyimpan dan berbagi catatan terperinci.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan para ahli independen memandang angka-angka kementerian tersebut sebagai perkiraan korban yang paling kredibel. Israel telah membantahnya tanpa memberikan rincian jumlah korban.
Dari 42 orang yang tewas pada hari Kamis, setidaknya 13 orang sedang mencari bantuan di zona militer Israel di Gaza selatan, tempat konvoi bantuan PBB secara teratur dipenuhi oleh penjarah dan kerumunan yang putus asa. Dua orang lainnya tewas di jalan menuju lokasi terdekat yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF), menurut Rumah Sakit Nasser yang menerima jenazah-jenazah tersebut.
GHF merupakan sebuah kontraktor Amerika yang didukung Israel. GHF mengatakan tidak ada insiden kekerasan di atau dekat lokasinya pada hari Kamis.
Belum ada komentar langsung dari militer Israel. Zona militer tersebut, yang dikenal sebagai Koridor Morag terlarang bagi media independen.
Lihat Juga :