Iran Gantung Ilmuwan Nuklirnya karena Jadi Mata-mata Mossad

Kamis, 07 Agustus 2025 - 09:05 WIB
loading...
Iran Gantung Ilmuwan...
Iran gantung ilmuwan nuklirnya, Rouzbeh Vadi, karena jadi mata-mata Mossad dalam perang 12 hari melawan Israel pada Juni lalu. Foto/Iran International
A A A
TEHERAN - Pihak berwenang Iran pada hari Rabu mengeksekusi gantung seorang ilmuwan nuklirnya karena menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad. Menurut pengadilan, mata-mata itu membocorkan informasi rahasia kepada Mossad tentang salah satu rekannya yang tewas dalam perang 12 hari pada Juni lalu.

Mengutip laporan Iran International, Kamis (7/8/2025), Rouzbeh Vadi, seorang ilmuwan nuklir dan anggota Institut Penelitian Sains dan Teknologi Nuklir di bawah Organisasi Energi Atom Iran, telah dieksekusi atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Israel.

Vadi, yang meraih gelar doktor di bidang teknik reaktor, telah ikut menulis makalah penelitian tahun 2011 dengan para ahli nuklir senior Iran yang kemudian tewas dalam perang invasi Israel Juni lalu.

Baca Juga: Iran Sedang Luncurkan Perang Melawan Mossad, CIA, dan MI6

Menurut kanal Telegram Universitas Amir Kabir, Vadi adalah lulusan doktoral universitas tersebut. Dia ikut menulis makalah tersebut dengan Abdolhamid Minouhchehr dan Ahmad Zolfaghari, dua spesialis nuklir terkemuka yang tewas dalam perang 12 hari tersebut.

“Rouzbeh Vadi dieksekusi setelah proses peradilan dan pengukuhan hukumannya oleh Mahkamah Agung,” tulis Mizan Online, media milik pengadilan Iran.

"Pria tersebut telah membocorkan informasi tentang seorang ilmuwan nuklir yang dibunuh selama agresi rezim Zionis baru-baru ini," lanjut Mizan Online.

Belum jelas kapan Vadi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Pada pertengahan Juni, Israel melancarkan kampanye pengeboman yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Iran, yang memicu perang di mana Iran merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak.

Serangan Israel menewaskan para komandan militer senior, ilmuwan nuklir, dan ratusan lainnya, baik dalam serangan terhadap lokasi militer maupun area permukiman.

Setidaknya belasan ilmuwan nuklir tewas dalam serangan Israel, menurut media lokal Iran.

Iran, sejak perang tersebut berakhir, berjanji akan segera mengadili orang-orang yang ditangkap karena dicurigai bekerja sama dengan Israel.

Pihak berwenang sejak itu mengumumkan beberapa penangkapan terhadap orang-orang yang dicurigai menjadi mata-mata Israel dan melakukan eksekusi terhadap beberapa orang yang dihukum karena bekerja dengan Mossad.

Iran adalah algojo paling produktif kedua di dunia setelah China, menurut kelompok-kelompok hak asasi manusia, termasuk Amnesty International.

Menurut Iran Human Rights, 21 orang telah dieksekusi selama periode konflik bulan Juni, termasuk enam orang yang didakwa menjadi mata-mata untuk Israel.

Di antara mereka yang dieksekusi sebelumnya adalah Mohammad-Amin Mahdavi-Shayesteh, yang dituduh memimpin kelompok siber yang terkait dengan Mossad.

Menurut Amnesty International, Iran bertanggung jawab atas 64 persen dari seluruh eksekusi yang tercatat di seluruh dunia pada tahun 2024, dan telah melaksanakan 612 hukuman gantung hanya pada paruh pertama tahun 2025.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Berita Terkini
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved