1 Juta Orang Hadiri Misa Penutupan Yubileum Pemuda yang Dipimpin Paus Leo XIV

Senin, 04 Agustus 2025 - 14:23 WIB
loading...
A A A
"Saudara-saudari mudaku, kalian adalah tanda bahwa dunia yang berbeda itu mungkin, dunia persaudaraan dan persahabatan di mana konflik tidak diselesaikan dengan senjata tetapi dengan dialog."

Acara meriah ini diiringi musik dari paduan suara, dan sekitar 450 uskup serta 700 imam, semuanya mengenakan jubah hijau. Sebuah salib yang menjulang tinggi mendominasi lengkungan emas raksasa yang menutupi panggung tempat Paus memimpin Misa.

Peziarah Italia, Tommaso Benedetti, mengatakan bahwa Paus telah melewati "ujian pertamanya" di mata kaum muda selama Yubileum Pemuda.

Baca Juga: Perbandingan Kekuatan Militer Irak vs Iran: Dulu Musuh, Kini Tertinggal Jauh

"Kami merasa cukup puas. Ada banyak referensi tentang perdamaian, yang merupakan tema yang sangat dekat di hati kami sebagai kaum muda," kata Benedetti kepada AFP.

Para peziarah muda – dari 146 negara berbeda, menurut Vatikan – telah memenuhi jalan-jalan Roma sejak Senin, melantunkan, bernyanyi, dan mengibarkan bendera negara mereka.

Suasana meriah mencapai puncaknya pada hari Sabtu menjelang vigili yang dipimpin oleh Leo, dengan penyiar Italia Rai menyebutnya sebagai "Woodstock" Katolik.

Ratusan ribu orang berkemah di tempat yang berdebu itu, memetik gitar atau bernyanyi, sementara musik menggelegar dari panggung tempat serangkaian band religi menghibur penonton.

Leo disambut dengan teriakan dan tepuk tangan yang memekakkan telinga setelah kedatangannya dengan helikopter dan saat ia berkeliling di area tersebut dengan mobil pausnya, dengan banyak orang berlarian untuk melihat sekilas Paus baru itu dengan lebih jelas.

Jalan menuju lokasi Tor Vegata, sekitar 40 menit berkendara dari pusat kota Roma, penuh sesak, membuat pilihan transportasi helikopter Leo pada hari Sabtu dan Minggu lebih efisien.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Makin Kerdil, Pakar...
AS Makin Kerdil, Pakar Ini Sebut Eropa Kini Jadi Pemimpin Utama NATO
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan
Rekomendasi
Digelar 5 Hari, Ini...
Digelar 5 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan MPLS 2026 untuk Murid TK
Jalur Mandiri Ujian...
Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
Febrie Adriansyah Mundur,...
Febrie Adriansyah Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus
Berita Terkini
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved