Perusahaan Jerman Tawarkan Jasa Pembekuan Orang Mati untuk Dihidupkan Lagi Nanti

Senin, 04 Agustus 2025 - 08:52 WIB
loading...
Perusahaan Jerman Tawarkan...
Perusahaan Jerman tawarkan jasa pembekuan tubuh orang telah meninggal untuk dihidupkan lagi suatu hari nanti dengan kemajuan medis. Foto/tomorrow.bio
A A A
BERLIN - Sebuah perusahaan di Jerman menawarkan kesempatan untuk hidup kedua dengan harga USD200.000 (Rp3,2 miliar). Mereka menawarkan pembekuan atau pengawetan tubuh manusia setelah meninggal dengan tujuan untuk dihidupkan lagi di masa depan dengan kemajuan medis.

Startup Tomorrow.Bio yang berbasis di Berlin menyediakan kriopreservasi seluruh tubuh dengan mendinginkannya secara cepat ke suhu yang sangat rendah, yang membantu mencegah kerusakan dan pembusukan sel.

Karena waktu sangat penting, Tomorrow.Bio menjalankan tim siaga darurat 24/7 atau sepanjang waktu untuk memulai proses segera setelah kematian yang sah. Idenya adalah bahwa kemajuan medis di masa depan mungkin suatu hari nanti dapat menghidupkan kembali individu yang telah diawetkan.

Baca Juga: Sudah Dinyatakan Meninggal, Wanita Ini Bangun dari Peti Matinya

Sejauh ini, lebih dari 650 orang telah mendaftar untuk layanan ini, menaruh kepercayaan mereka pada sains dan harapan bahwa kematian pada akhirnya dapat dibalikkan.

Mengutip laporan BBC, Senin (4/8/2025), Tomorrow Bio adalah laboratorium krionika pertama di Eropa. Untuk misi membekukan pasien setelah kematian dan berpotensi menghidupkan kembali mereka, perusahaan tersebut mematok biaya USD200.000.

Sejauh ini, perusahaan tersebut telah melakukan kriopreservasi terhadap "tiga atau empat" orang dan lima hewan peliharaan, dengan hampir 700 orang lagi telah mendaftar. Pada tahun 2025, mereka berencana memperluas operasinya hingga mencakup seluruh wilayah Amerika Serikat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Jarwo Kwat Kenang Temon:...
Jarwo Kwat Kenang Temon: Pelawak yang Tak Pernah Marah dan Selalu Menghibur
Diiringi Jutaan Pelayat,...
Diiringi Jutaan Pelayat, Jenazah Ali Khamenei Dimakamkan di Kota Mashhad
Korban Tewas Tembus...
Korban Tewas Tembus 4.000 Orang, Venezuela Diguncang 1.100 Gempa Susulan
Rekomendasi
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
Tak Oper ke Haaland,...
Tak Oper ke Haaland, Sorloth dan Kekasihnya Diteror
Indonesia Siapkan Bank...
Indonesia Siapkan Bank Plasma Nasional, Target Beroperasi pada 2027
Berita Terkini
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved