Viral Sandera Israel Kurus Kering Gali Kuburnya Sendiri di Gaza, Netanyahu Marah
Minggu, 03 Agustus 2025 - 12:26 WIB
loading...
A
A
A
"Cara tercepat untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Gaza adalah Hamas menyerah dan membebaskan para sandera!!!" tulis Presiden AS Donald Trump di Truth Social.
Hamas diyakini masih memiliki 20 sandera hidup dan 30 lainnya tewas. Meskipun demikian, Israel telah bergerak untuk mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong Palestina yang dilanda perang tersebut, termasuk melalui pengiriman udara, jeda taktis di area-area penting, dan pembukaan rute baru untuk mengalirkan bantuan.
Video kondisi sandera itu merupakan video kedua yang dirilis oleh kelompok perlawanan Palestina minggu ini.
Pada hari Kamis, video lainnya menunjukkan sandera Israel, Rom Braslavski, tampak pucat dan lemah saat dia menangis.
Keduanya diculik di festival musik Nova saat serangan 7 Oktober 2023 dan termasuk di antara 20 sandera lainnya yang diyakini masih hidup.
"Mereka benar-benar berada di ambang kematian," kata saudara David, Ilay David, di hadapan ribuan orang di Tel Aviv yang berkumpul dalam demonstrasi mingguan mereka untuk menuntut pembebasan semua sandera dan diakhirinya perang.
Dia mendesak Presiden Trump untuk mengamankan pembebasan para sandera "dengan cara apa pun yang diperlukan".
"Berdiam diri sekarang sama saja dengan terlibat dalam kematian mereka yang lambat dan menyakitkan," katanya.
Sementara itu, utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan kepada keluarga sandera Israel dalam sebuah pertemuan di Tel Aviv Sabtu pagi bahwa dia tidak memiliki kabar tentang kemajuan dalam perundingan dengan Hamas.
"Saya mengerti rasa frustrasi Anda. Tapi situasinya rumit. Ada banyak alasan yang tidak bisa saya jelaskan," ujarnya.
Witkoff menambahkan bahwa akhir perang sudah "sangat dekat", menurut pernyataan dari Markas Besar Forum Keluarga Sandera.
"Kami punya rencana untuk...memulangkan semua orang," paparnya.
"Tidak ada kesepakatan sepotong-sepotong. Itu tidak berhasil. Kami sudah mencoba segalanya," katanya.
Hamas membantah klaim Witkoff bahwa mereka siap meletakkan senjata, bersumpah untuk tidak melucuti senjata "selama pendudukan oleh Israel masih ada" dan sampai berdirinya Negara Palestina yang berdaulat penuh.
Hamas diyakini masih memiliki 20 sandera hidup dan 30 lainnya tewas. Meskipun demikian, Israel telah bergerak untuk mengizinkan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke wilayah kantong Palestina yang dilanda perang tersebut, termasuk melalui pengiriman udara, jeda taktis di area-area penting, dan pembukaan rute baru untuk mengalirkan bantuan.
Video kondisi sandera itu merupakan video kedua yang dirilis oleh kelompok perlawanan Palestina minggu ini.
Pada hari Kamis, video lainnya menunjukkan sandera Israel, Rom Braslavski, tampak pucat dan lemah saat dia menangis.
Keduanya diculik di festival musik Nova saat serangan 7 Oktober 2023 dan termasuk di antara 20 sandera lainnya yang diyakini masih hidup.
"Mereka benar-benar berada di ambang kematian," kata saudara David, Ilay David, di hadapan ribuan orang di Tel Aviv yang berkumpul dalam demonstrasi mingguan mereka untuk menuntut pembebasan semua sandera dan diakhirinya perang.
Dia mendesak Presiden Trump untuk mengamankan pembebasan para sandera "dengan cara apa pun yang diperlukan".
"Berdiam diri sekarang sama saja dengan terlibat dalam kematian mereka yang lambat dan menyakitkan," katanya.
Sementara itu, utusan khusus AS Steve Witkoff mengatakan kepada keluarga sandera Israel dalam sebuah pertemuan di Tel Aviv Sabtu pagi bahwa dia tidak memiliki kabar tentang kemajuan dalam perundingan dengan Hamas.
"Saya mengerti rasa frustrasi Anda. Tapi situasinya rumit. Ada banyak alasan yang tidak bisa saya jelaskan," ujarnya.
Witkoff menambahkan bahwa akhir perang sudah "sangat dekat", menurut pernyataan dari Markas Besar Forum Keluarga Sandera.
"Kami punya rencana untuk...memulangkan semua orang," paparnya.
"Tidak ada kesepakatan sepotong-sepotong. Itu tidak berhasil. Kami sudah mencoba segalanya," katanya.
Hamas membantah klaim Witkoff bahwa mereka siap meletakkan senjata, bersumpah untuk tidak melucuti senjata "selama pendudukan oleh Israel masih ada" dan sampai berdirinya Negara Palestina yang berdaulat penuh.
(mas)
Lihat Juga :