Viral Sandera Israel Kurus Kering Gali Kuburnya Sendiri di Gaza, Netanyahu Marah
Minggu, 03 Agustus 2025 - 12:26 WIB
loading...
A
A
A
“Kami sangat lapar, kami bahkan akan makan rumput jika kami bisa menemukannya," ujarnya.
“Saya ingat penghinaan itu—perampasan total martabat manusia. Saya tahu rasa takutnya, terornya," katanya.
Para anggota Parlemen di Capitol Hill, Amerika Serikat, menunjuk perlakuan Hamas terhadap David sebagai pengingat kebiadaban kelompok tersebut dan perannya dalam memperpanjang konflik berdarah di Gaza.
“Teroris Hamas yang didukung Iran telah menyandera orang-orang tak bersalah, membuat mereka kelaparan selama 666 hari,” kata Senator Republik asal Florida, Rick Scott, tentang rekaman video itu.
“Lihat saja foto-foto ini—sungguh memilukan. Setiap hari yang berlalu adalah risiko bagi nyawa mereka. Kita tidak bisa berhenti sampai semua sandera pulang dan Hamas dihancurkan," katanya.
Senator Demokrat asal Pennsylvania, John Fetterman, menceritakan bagaimana dia bertemu dengan keluarga David dan menuntut Hamas membebaskan para sandera.
“Saya bahkan tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya video ini bagi mereka. Saya terus mendukung keluarga-keluarga ini dan setiap sandera yang tersisa. Hamas: pulangkan jiwa-jiwa malang ini, letakkan senjata, dan akhiri neraka dunia ini di Gaza,” ujar Fetterman menanggapi video tersebut.
Anggota Parlemen dari Partai Republik, Mike Lawler, menyebut gambar tersebut “keji” dan menggarisbawahi peran Hamas dalam memicu krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
“Ini keji. Di mana semua orang yang menuntut Israel mengakhiri perang ini sekarang?” kata Lawler. “Di mana semua orang yang mengecam krisis kemanusiaan sekarang?"
“Satu-satunya entitas yang bertanggung jawab atas kehancuran yang telah menimpa orang Israel dan Palestina yang tidak bersalah adalah Hamas. Titik. Titik.”
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyebut gambar-gambar itu "keji" dan "tak tertahankan".
"Neraka sandera harus berakhir," tulisnya di X pada hari Sabtu.
Israel berada di bawah tekanan yang semakin besar di panggung dunia atas kondisi di Gaza, dengan negara-negara seperti Kanada, Inggris, dan Prancis bergerak untuk mengakui Negara Palestina paling cepat bulan depan.
Namun, para pejabat tinggi AS telah berulang kali berusaha meyakinkan sekutu-sekutunya bahwa Hamas-lah yang menghalangi perdamaian.
“Saya ingat penghinaan itu—perampasan total martabat manusia. Saya tahu rasa takutnya, terornya," katanya.
Para anggota Parlemen di Capitol Hill, Amerika Serikat, menunjuk perlakuan Hamas terhadap David sebagai pengingat kebiadaban kelompok tersebut dan perannya dalam memperpanjang konflik berdarah di Gaza.
“Teroris Hamas yang didukung Iran telah menyandera orang-orang tak bersalah, membuat mereka kelaparan selama 666 hari,” kata Senator Republik asal Florida, Rick Scott, tentang rekaman video itu.
“Lihat saja foto-foto ini—sungguh memilukan. Setiap hari yang berlalu adalah risiko bagi nyawa mereka. Kita tidak bisa berhenti sampai semua sandera pulang dan Hamas dihancurkan," katanya.
Senator Demokrat asal Pennsylvania, John Fetterman, menceritakan bagaimana dia bertemu dengan keluarga David dan menuntut Hamas membebaskan para sandera.
“Saya bahkan tidak bisa membayangkan betapa mengerikannya video ini bagi mereka. Saya terus mendukung keluarga-keluarga ini dan setiap sandera yang tersisa. Hamas: pulangkan jiwa-jiwa malang ini, letakkan senjata, dan akhiri neraka dunia ini di Gaza,” ujar Fetterman menanggapi video tersebut.
Anggota Parlemen dari Partai Republik, Mike Lawler, menyebut gambar tersebut “keji” dan menggarisbawahi peran Hamas dalam memicu krisis kemanusiaan di Jalur Gaza.
“Ini keji. Di mana semua orang yang menuntut Israel mengakhiri perang ini sekarang?” kata Lawler. “Di mana semua orang yang mengecam krisis kemanusiaan sekarang?"
“Satu-satunya entitas yang bertanggung jawab atas kehancuran yang telah menimpa orang Israel dan Palestina yang tidak bersalah adalah Hamas. Titik. Titik.”
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyebut gambar-gambar itu "keji" dan "tak tertahankan".
"Neraka sandera harus berakhir," tulisnya di X pada hari Sabtu.
Israel berada di bawah tekanan yang semakin besar di panggung dunia atas kondisi di Gaza, dengan negara-negara seperti Kanada, Inggris, dan Prancis bergerak untuk mengakui Negara Palestina paling cepat bulan depan.
Namun, para pejabat tinggi AS telah berulang kali berusaha meyakinkan sekutu-sekutunya bahwa Hamas-lah yang menghalangi perdamaian.
Lihat Juga :