Rusia Jadikan Ukraina Kelinci Percobaan untuk Bom Luncur Maut UMPB-5

Minggu, 03 Agustus 2025 - 09:54 WIB
loading...
Rusia Jadikan Ukraina...
Rusia jadikan Ukraina kelinci percobaan untuk bom luncur UMPB-5 terbaru yang sebenarnya masih dalam tahap uji coba. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia
A A A
KYIV - Bom luncur mematikan UMPB-5 Rusia sebenarnya masih dalam tahap uji coba. Namun, Moskow nekat menggunakannya untuk membombardir Ukraina, menjadikan Kyiv sebagai "kelinci percobaan" bagi sejata baru Rusia.

Otoritas Ukraina mengatakan bahwa bom udara berpemandu UMPB-5 baru Rusia telah dijatuhkan oleh jet tempur Sukhoi Su-34 di dua wilayah dalam dua bulan terakhir.

Analisis yang dibagikan kepada Newsweek oleh Foundation for Defense of Democracies (FDD), sebuah lembaga think tank di Washington, D.C., mengatakan bahwa bom luncur tersebut merupakan bagian dari upaya Rusia yang semakin gencar untuk mengembangkan amunisi berpemandu jarak jauh yang murah.

Baca Juga: Rudal Rusia Tewaskan 16 Warga Ukraina, Zelensky Desak Sekutu Gulingkan Rezim Putin

Sebelum invasi besar-besaran Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin terhadap Ukraina, Moskow meremehkan jumlah bom luncur dan amunisi berpemandu lainnya yang dibutuhkan. Bom luncur Rusia sebelum perang relatif mahal sehingga jarang digunakan.

John Hardie dari FDD mengatakan kegagalan Rusia untuk menghancurkan sebagian besar pertahanan udara Ukraina pada awal invasi mendorong Moskow untuk segera mengembangkan bom luncur murah dengan jangkauan standoff yang akan memungkinkan Angkatan Udara-nya memainkan peran yang lebih besar.

"Tampaknya merupakan turunan yang lebih kuat dari bom yang diperkenalkan tahun lalu, yang mencerminkan upaya Angkatan Udara Rusia untuk mengembangkan semakin banyak variasi amunisi berpemandu jarak jauh yang murah," katanya, seperti dikutip dari Newsweek, Minggu (3/8/2025).

"Apakah Rusia akan mengatasi kekurangannya dalam menghancurkan pertahanan udara musuh adalah masalah yang akan jauh lebih sulit dipecahkan," imbuh Hardie.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan UMPB-5 pertama kali digunakan di wilayah Sumy, Ukraina, dan kemudian dalam dua hari serangan berturut-turut di kota Kharkiv pada 24 dan 25 Juli; salah satu serangan menghantam sebuah rumah sakit.

Dalam serangan kedua, sebuah jet tempur Su-34 melepaskan bom sekitar 65 mil dari wilayah Belgorod, Rusia; hal ini menurut Spartak Borysenko—pejabat dari Kejaksaan Kharkiv—, yang menyelidiki serangan semacam itu sebagai kejahatan perang.

"UMPB-5 adalah amunisi baru yang mulai digunakan Rusia sekitar dua bulan lalu, mereka saat ini sedang mengujinya, dan karakteristik pastinya belum diketahui secara pasti," ujarnya.

Namun, kata Borysenko, nama bom luncur UMPB-5 menunjukkan bahwa bom tersebut merupakan turunan dari UMPB D-30SN, yang pertama kali terlihat pada musim semi 2024, menurut FDD.

Model yang terakhir memiliki jangkauan yang lebih jauh daripada pendahulunya yang hanya 80 kilometer dan memiliki hulu ledak yang beratnya 2,5 kali lebih berat, sekitar 227 kg.

Bom luncur murah memainkan peran yang lebih besar dalam agresi Rusia terhadap Ukraina; rata-rata 160 bom dijatuhkan setiap hari pada Juli 2025, menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky—delapan kali lebih banyak daripada musim semi 2023.

Modul utama yang digunakan adalah UMPK, atau "Modul Luncur dan Koreksi Universal", yang pertama kali terlihat pada Januari 2023. Modul ini dirancang agar sesuai dengan bom bisu dan awalnya digunakan dengan FAB-500 M-62, bom berdaya ledak tinggi kelas 480 kg, tetapi kemudian diadaptasi untuk bom dengan berbagai ukuran.

Borysenko mengatakan bahwa Moskow mulai menggunakan UMPK yang dimodifikasi dengan sayap yang lebih besar dan jangkauan setidaknya 60 mil di wilayah Sumy dan Kharkiv pada bulan Mei. Dengan pengujian lebih lanjut, jangkauan ini dapat ditingkatkan.

Rusia juga sedang mengembangkan rudal jelajah berbiaya rendah yang diluncurkan dari udara, seperti S8000 BanderoL yang baru-baru ini diluncurkan, yang dapat diluncurkan melalui pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Mengejutkan! 92% Warga...
Mengejutkan! 92% Warga Israel Yakin Negaranya Kalah Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved