IRGC Iran Sebut Setan yang Upayakan Solusi 2 Negara Israel-Palestina
Minggu, 03 Agustus 2025 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Iran, yang kerap menyerukan pemusnahan Israel, menolak solusi dua negara yang akan menciptakan negara Palestina merdeka di samping Israel. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pada tahun 2015 bahwa Israel harus dihancurkan dalam waktu 25 tahun.
Pernyataan IRGC menggambarkan perang di Gaza sebagai genosida yang dilakukan Israel dengan tujuan yang lebih luas, yaitu merebut wilayah-wilayah strategis dan kaya sumber daya di dunia Islam.
“Mereka yang merekayasa genosida di Gaza tidak diragukan lagi mengejar tujuan yang lebih besar—menelan wilayah-wilayah kaya dan strategis dunia Muslim,” katanya.
“Namun dengan pertolongan Tuhan, pecahnya kesunyian global dan gelombang protes internasional anti-Zionis akan menghancurkan harapan dan ambisi kelompok kriminal Zionis-Amerika, yang kini harus menunggu terungkapnya nasib tersembunyi mereka," imbuh IRGC.
IRGC kembali mengutuk pembunuhan Haniyeh di Teheran, yang terjadi saat dia berada di kota itu untuk menghadiri pelantikan presiden Iran.
IRGC menganggap perlawanan Palestina yang berkelanjutan sebagai warisan Haniyeh dan para pemimpin perjuangan anti-Israel lainnya yang terbunuh.
"Badai al-Aqsa bukanlah peristiwa yang akan berlalu, melainkan sebuah doktrin strategis yang disegel oleh darah para martir," katanya, merujuk pada serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Perang Israel-Hamas di Gaza
Pernyataan IRGC menggambarkan perang di Gaza sebagai genosida yang dilakukan Israel dengan tujuan yang lebih luas, yaitu merebut wilayah-wilayah strategis dan kaya sumber daya di dunia Islam.
“Mereka yang merekayasa genosida di Gaza tidak diragukan lagi mengejar tujuan yang lebih besar—menelan wilayah-wilayah kaya dan strategis dunia Muslim,” katanya.
“Namun dengan pertolongan Tuhan, pecahnya kesunyian global dan gelombang protes internasional anti-Zionis akan menghancurkan harapan dan ambisi kelompok kriminal Zionis-Amerika, yang kini harus menunggu terungkapnya nasib tersembunyi mereka," imbuh IRGC.
IRGC kembali mengutuk pembunuhan Haniyeh di Teheran, yang terjadi saat dia berada di kota itu untuk menghadiri pelantikan presiden Iran.
IRGC menganggap perlawanan Palestina yang berkelanjutan sebagai warisan Haniyeh dan para pemimpin perjuangan anti-Israel lainnya yang terbunuh.
"Badai al-Aqsa bukanlah peristiwa yang akan berlalu, melainkan sebuah doktrin strategis yang disegel oleh darah para martir," katanya, merujuk pada serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Lihat Juga :