Jenderal Tertinggi Israel Ancam Perang Tanpa Istirahat di Gaza

Minggu, 03 Agustus 2025 - 07:02 WIB
loading...
Jenderal Tertinggi Israel...
Panglima Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengancam melakukan perang tanpa istirahat di Jalur Gaza, Palestina. Foto/IDF
A A A
GAZA - Panglima Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengancam melakukan "perang tanpa istirahat" di Jalur Gaza, Palestina, jika negosiasi gagal untuk membebaskan para sandera yang ditawan Hamas. Perang di wilayah itu telah berlangsung hampir 22 bulan dengan lebih dari 60.000 warga Palestina tewas.

"Saya perkirakan dalam beberapa hari mendatang kita akan tahu apakah kita dapat mencapai kesepakatan untuk pembebasan sandera kita," kata Zamir, yang jabatan resminya adalah Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dalam sambutannya untuk para perwira militer Israel di Gaza pada hari Jumat, yang dilansir AFP, Sabtu (2/8/2025).

"Jika tidak, pertempuran akan terus berlanjut tanpa istirahat," lanjut Zamir.

Baca Juga: Menyayat Hati, Bocah Gaza Cium Tangan Petugas Bantuan lalu Ditembak Mati Tentara Israel

Rekaman yang dirilis oleh militer Israel menunjukkan Zamir bertemu dengan tentara dan perwira di sebuah pusat komando.

Dari 251 orang yang diculik dari Israel selama serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, 49 orang masih berada di Gaza, 27 di antaranya tewas, menurut militer Zionis Israel.

Kelompok Jihad Islam Palestina minggu ini merilis dua video sandera yang tampak kurus kering dan lemah.

Negosiasi—yang dimediasi oleh Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar—untuk mengamankan gencatan senjata dan pembebasan para sandera gagal bulan lalu, dan beberapa pihak di Israel telah menyerukan tindakan militer yang lebih keras.

Hal ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan—baik internasional maupun domestik, termasuk dari banyak keluarga sandera—untuk melanjutkan upaya mengamankan gencatan senjata dalam konflik yang telah berlangsung hampir 22 bulan.

Badan-badan bantuan sementara itu telah memperingatkan bahwa penduduk Gaza menghadapi bencana kelaparan yang parah, yang dipicu oleh pembatasan bantuan Israel.

Namun Zamir tetap membantah mentah-mentah pernyataan badan-badan bantuan tersebut.

"Kampanye tuduhan palsu tentang kelaparan yang disengaja saat ini adalah upaya yang disengaja, tepat waktu, dan penuh tipu daya untuk menuduh IDF, sebuah pasukan yang bermoral, atas kejahatan perang," ujarnya.

"Yang bertanggung jawab atas pembunuhan dan penderitaan penduduk di Jalur Gaza adalah Hamas," paparnya.

Serangan Hamas pada tahun 2023 mengakibatkan kematian 1.219 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan berdasarkan data resmi IDF.

Sebanyak 898 tentara Israel juga tewas sejak pasukan darat dikirim ke Gaza, menurut militer Zionis.

Sedangkan perang brutal Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 60.332 orang di Gaza, sebagian besar warga sipil, menurut angka dari Kementerian Kesehatan wilayah yang dikuasai Hamas tersebut, yang dianggap kredibel oleh PBB.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved