NATO Ketar-ketir, Putin Klaim Produksi Massal Rudal Hipersonik Oreshnik Selesai

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 06:50 WIB
loading...
NATO Ketar-ketir, Putin...
Presiden Rusia klaim produksi massal rudal hipersonik Oreshnik sudah selesai. Foto/X/@vladimirputiniu
A A A
MOSKOW - Sistem rudal hipersonik Oreshnik produksi massal pertama siap digunakan militer Rusia . Itu diumumkan Vladimir Putin dalam sebuah pengarahan tentang keadaan operasi militer di Ukraina.

Rusia menguji coba rudal hipersonik baru tersebut pada bulan November dengan melakukan serangan terhadap sebuah pabrik militer di Ukraina.

Rudal Oreshnik diyakini berkemampuan nuklir, meskipun Putin sebelumnya menyatakan bahwa bentuk konvensionalnya dapat menimbulkan kerusakan yang sebanding dengan ledakan nuklir berdaya ledak rendah.

Putin memerintahkan produksi massal sistem rudal hipersonik tersebut setelah uji lapangan yang sukses tahun lalu. Saat ini, rudal Oreshnik produksi massal pertama telah selesai dan telah dikirimkan kepada pasukan Rusia, presiden mengumumkan dalam pengarahan hari Jumat.

Putin memuji kemampuan Oreshnik, dengan mengatakan bahwa hulu ledak gandanya yang meluncur ke sasaran dengan kecepatan hingga Mach 10 kebal terhadap intersepsi dan begitu kuat sehingga penggunaan beberapa hulu ledak dalam satu serangan konvensional bisa sama dahsyatnya dengan serangan nuklir.

Ia memperingatkan Barat bahwa Moskow dapat menggunakannya melawan sekutu NATO Ukraina yang mengizinkan Kiev menggunakan rudal jarak jauh mereka untuk menyerang wilayah Rusia.

BacaJuga: India Tak Tertarik Beli Jet Tempur Siluman F-35, Ada Apa Gerangan?

Sementara itu, Putin juga mencatat bahwa masalah pasokan rudal Oreshnik ke Belarusia kemungkinan akan terselesaikan pada akhir tahun, dan menambahkan bahwa para spesialis dari kedua negara saat ini sedang mempersiapkan posisi untuk penempatan sistem tersebut di masa mendatang.

Putin juga mengumumkan bahwa pasukan Rusia bergerak maju di sepanjang garis depan konflik, termasuk di zona perbatasan, Republik Donetsk dan Lugansk, serta di wilayah Zaporozhye dan Kherson Rusia. Presiden mengaitkan keberhasilan ini dengan keberanian dan kepahlawanan tentara Rusia.

Mengomentari pembebasan Chasov Yar oleh Rusia baru-baru ini, yang sebelumnya merupakan benteng penting Ukraina di Wilayah Donetsk, Putin menekankan bahwa Moskow mengambil kembali apa yang menjadi haknya, bukan merebut wilayah asing.

Presiden Rusia menegaskan kembali bahwa Moskow tetap terbuka untuk negosiasi, dengan menyatakan bahwa negosiasi tersebut "selalu dibutuhkan dan selalu penting, terutama jika didasarkan pada keinginan untuk perdamaian."

Bulan lalu, Rusia dan Ukraina melakukan putaran ketiga negosiasi langsung di Istanbul, Turki. Pertemuan tersebut berlangsung sekitar 40 menit, setelah itu kedua belah pihak sepakat untuk bertukar tawanan perang dan jenazah tentara serta warga sipil yang gugur.

Rusia juga mengusulkan pembentukan tiga kelompok kerja daring untuk menyelesaikan masalah politik, militer, dan kemanusiaan dengan lebih cepat.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Presiden Serbia Aleksandar...
Presiden Serbia Aleksandar Vučić Umumkan Pengunduran Diri
Janggal, Jubir Angkatan...
Janggal, Jubir Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tewas akibat Kecelakaan
Rekomendasi
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
Berita Terkini
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved