Rudal Rusia Tewaskan 16 Warga Ukraina, Zelensky Desak Sekutu Gulingkan Rezim Putin
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
"Ini mengejutkan. Saya masih belum bisa menemukan arah. Ini sangat menakutkan," kata Valentyna Chestopal, seorang warga Kyiv berusia 28 tahun, kepada AFP, Jumat (1/8/2025).
Di antara para korban terdapat seorang anak laki-laki berusia enam tahun yang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, tulis kepala administrasi militer kota Kyiv, Tymur Tkachenko, di Telegram.
Zelensky mengatakan Kamis malam bahwa lebih dari 150 orang terluka, termasuk 16 anak-anak dan enam polisi. Dia mengecam skala teror dan kebrutalan yang tak terbayangkan dari serangan Rusia.
Militer Rusia mengeklaim telah menyerang lapangan terbang militer, gudang amunisi, dan fasilitas produksi drone dengan serangan gabungan yang menggunakan persenjataan dan drone.
Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum 10 hari bagi Moskow untuk menghentikan invasinya atau menghadapi sanksi berat.
Trump pada hari Kamis mengecam tindakan Rusia di Ukraina, mengisyaratkan bahwa sanksi baru terhadap Moskow akan segera diberlakukan.
"Rusia, menurut saya tindakan mereka menjijikkan. Saya pikir itu menjijikkan," kata Trump kepada para wartawan.
"Kami akan menjatuhkan sanksi," ujarnya. "Saya tidak tahu apakah sanksi itu mengganggunya," ujarnya, merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah merebut kota Chasiv Yar, pusat militer yang strategis dan penting bagi pasukan Ukraina di wilayah Donetsk timur.
Zelensky menyebut klaim Moskow sebagai "disinformasi Rusia", dengan mengatakan: "Unit-unit Ukraina mempertahankan posisi kami."
Di antara para korban terdapat seorang anak laki-laki berusia enam tahun yang meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, tulis kepala administrasi militer kota Kyiv, Tymur Tkachenko, di Telegram.
Zelensky mengatakan Kamis malam bahwa lebih dari 150 orang terluka, termasuk 16 anak-anak dan enam polisi. Dia mengecam skala teror dan kebrutalan yang tak terbayangkan dari serangan Rusia.
Militer Rusia mengeklaim telah menyerang lapangan terbang militer, gudang amunisi, dan fasilitas produksi drone dengan serangan gabungan yang menggunakan persenjataan dan drone.
Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum 10 hari bagi Moskow untuk menghentikan invasinya atau menghadapi sanksi berat.
Trump pada hari Kamis mengecam tindakan Rusia di Ukraina, mengisyaratkan bahwa sanksi baru terhadap Moskow akan segera diberlakukan.
"Rusia, menurut saya tindakan mereka menjijikkan. Saya pikir itu menjijikkan," kata Trump kepada para wartawan.
"Kami akan menjatuhkan sanksi," ujarnya. "Saya tidak tahu apakah sanksi itu mengganggunya," ujarnya, merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Perebutan Situs Kunci di Wilayah Timur
Rusia mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah merebut kota Chasiv Yar, pusat militer yang strategis dan penting bagi pasukan Ukraina di wilayah Donetsk timur.
Zelensky menyebut klaim Moskow sebagai "disinformasi Rusia", dengan mengatakan: "Unit-unit Ukraina mempertahankan posisi kami."
Lihat Juga :