5 Alasan Jepang Tak Akui Negara Palestina, Salah Satunya Loyal pada AS

Senin, 28 Juli 2025 - 15:24 WIB
loading...
A A A
Fakta tak terbantahkan adalah Jepang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di Asia, dengan lebih dari 50.000 personel militer Amerika ditempatkan di sana.

2. Diplomasi Seimbang: Bantu Palestina, Tapi Rangkul Israel


Jepang memainkan peran aktif dalam pembangunan Palestina sejak tahun 1993. Bantuan Jepang untuk Palestina mencapai lebih dari USD2 miliar sejak proses perdamaian Oslo.

Program-program tersebut mencakup pembangunan sekolah, sistem sanitasi, dan dukungan untuk UNRWA (lembaga PBB yang menangani pengungsi Palestina).

Namun, Jepang juga menjaga hubungan erat dengan Israel, khususnya dalam sektor teknologi, sains, dan ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, nilai perdagangan Jepang–Israel meningkat signifikan, dan investasi teknologi dari Tokyo ke Tel Aviv terus tumbuh.

Dengan kata lain, Jepang mengambil posisi "dua kaki": membantu rakyat Palestina secara kemanusiaan, namun tidak berani menyatakan dukungan politik eksplisit terhadap kenegaraan Palestina, agar tidak merusak relasi ekonomi dan intelijen dengan Israel.

3. Sikap Hati-Hati dalam Diplomasi Timur Tengah


Jepang bukanlah negara yang dikenal agresif dalam kebijakan luar negeri. Tokyo lebih memilih pendekatan diplomatik lunak dan menolak mengambil posisi dalam konflik yang dianggap belum memiliki konsensus internasional.

Konflik Israel–Palestina sangat kompleks, dengan dinamika politik yang berubah-ubah, dan Jepang lebih memilih menunggu hasil negosiasi bilateral langsung antara Israel dan Palestina. Dengan tidak mengakui Negara Palestina lebih awal, Jepang menghindari potensi konflik diplomatik dengan negara-negara Barat dan Timur Tengah secara bersamaan.

4. Ketiadaan Hubungan Diplomatik Formal dengan Palestina


Meskipun Palestina memiliki kantor perwakilan di Tokyo, yakni Palestinian General Mission, Jepang tidak memiliki kedutaan besar di Ramallah atau pun Gaza, dan tidak menempatkan duta besar secara khusus untuk urusan Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
Meksiko dan Tradisi...
Meksiko dan Tradisi Start Sempurna di Piala Dunia
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Berita Terkini
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved