Kamboja Tuding Thailand Intensifkan Serangan dan Ciptakan Disinformasi

Minggu, 27 Juli 2025 - 16:30 WIB
loading...
Kamboja Tuding Thailand...
Kamboja tuding Thailand intensifkan serangan dan ciptakan disinformasi. Foto/X/@DI313_
A A A
THAILAND - Thailand terus melancarkan serangan artileri berat ke wilayah Kamboja di area Eagle Field, Preah Vihear. Pasukan Thailand mulai menyerang Tathav, Phnom 333, dan Phnom Khmoach serta meluncurkan drone.

Kamboja juga menuding Thailand menembakkan peluru artileri secara membabi buta ke kuil Ta Mone Thom dan Ta Krabey.

Mali Socheata, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Kamboja, mencatat bahwa Thailand melancarkan serangan infanteri di wilayah Phnom Khmoach, An Ses, dan Va Intri.

"Sejak pukul 06.30 pagi, pasukan infanteri dan lapis baja telah menyerang Eagle Field, Bram Makara, Phnom Khmoach, dan An Ses," kata Socheata, dilansir Phnompenh Post.

Socheata juga memperingatkan tentang penumpukan pasukan Thailand dalam jumlah besar di provinsi-provinsi yang berbatasan dengan Battambang.

Ia kemudian mengutuk apa yang ia gambarkan sebagai kampanye terpadu untuk menyebarkan "informasi yang jahat, menyimpang, dan salah" yang menggambarkan Kamboja sebagai agresor.

"Ini adalah upaya putus asa untuk mengalihkan perhatian dari kenyataan bahwa Thailand telah berulang kali melanggar kedaulatan Kamboja dan hukum internasional," ujarnya.

"Kebenarannya tidak dapat disangkal: Thailand adalah pihak yang melancarkan serangan brutal pertama di wilayah Kamboja," tambahnya.

Baca Juga: Perang Kamboja dan Thailand Picu Kekhawatiran Global

Sementara itu, Kementerian Kebudayaan dan Seni Rupa Kamboja telah mengeluarkan pernyataan mendesak yang mengutuk "penembakan terus-menerus dan intensif" terhadap Kuil Preah Vihear oleh angkatan bersenjata Thailand, menyebut serangan tersebut sebagai serangan langsung terhadap kedaulatan Kamboja dan pelanggaran hukum internasional yang melindungi warisan budaya.

Dalam pernyataan tegas tertanggal 27 Juli, kementerian menuduh Thailand tidak hanya membahayakan integritas struktural kuil kuno tersebut — yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2008 — tetapi juga "warisan budaya bersama umat manusia".

Menurut kementerian, sebagian besar kuil dan lanskap suci di sekitarnya telah mengalami kerusakan yang "parah dan belum pernah terjadi sebelumnya".

"Tindakan agresi yang kembali terjadi ini telah menempatkan kuil dalam bahaya yang serius dan belum pernah terjadi sebelumnya," kata kementerian, seraya menambahkan bahwa penghancuran tersebut telah merusak "simbol identitas nasional, keberlangsungan sejarah, dan warisan spiritual Kamboja".

Kementerian menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap beberapa instrumen internasional, termasuk Konvensi Den Haag 1954 untuk Perlindungan Cagar Budaya dalam Konflik Bersenjata, Protokol Kedua 1999, Konvensi Warisan Dunia UNESCO 1972, dan Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional (ICC), yang menyatakan bahwa penghancuran warisan budaya yang disengaja dapat dituntut sebagai kejahatan perang.

Kementerian juga mencatat kewajiban Thailand sebagai negara anggota Komite Koordinasi Internasional untuk Konservasi dan Pengembangan Kuil Preah Vihear, sebagaimana ditetapkan oleh keputusan UNESCO pada tahun 2014.

Kementerian mendesak Thailand untuk segera menghentikan semua operasi militer yang menargetkan Kuil Preah Vihear dan kawasan lindung yang telah ditetapkan, serta untuk sepenuhnya mematuhi kewajiban hukumnya berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut.

Dalam seruannya kepada masyarakat internasional, Kementerian mendesak UNESCO, PBB, dan organisasi budaya serta hak asasi manusia terkait untuk:

Kementerian menegaskan bahwa mereka mendokumentasikan dengan cermat semua kejadian kerusakan dan siap untuk mengambil tindakan hukum melalui ICC dan forum hukum internasional lainnya untuk mencari keadilan dan reparasi.

“Kerajaan Kamboja tetap teguh dalam komitmennya untuk mempertahankan warisan budayanya dan menjunjung tinggi prinsip-prinsip perdamaian, keadilan, dan hukum internasional,” demikian kesimpulan pernyataan tersebut.

Kuil Preah Vihear, yang terletak di puncak tebing setinggi 525 meter di Pegunungan Dangrek, telah lama menjadi sumber ketegangan diplomatik antara Kamboja dan Thailand.

Eskalasi terbaru ini menandai kemerosotan serius dalam hubungan bilateral dan menimbulkan kekhawatiran atas perlindungan landmark budaya yang tak tergantikan di tengah konflik bersenjata.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Puasa Tasua 9 Muharram:...
Puasa Tasua 9 Muharram: Dalil, dan Bacaan Niat Lengkap
BMKG Peringatkan Siklon...
BMKG Peringatkan Siklon Tropis Mekkhala Menguat, Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Gelombang Tinggi
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved